NUSA TENGGARA TIMUR — Tekanan terhadap rupiah masih berlanjut. Berdasarkan data pasar, mata uang Garuda dibuka melemah 0,34 persen dari posisi penutupan sebelumnya di Rp18.009 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah sentimen global yang masih mencekik mata uang negara berkembang.
Namun, kabar menarik justru datang dari pasar emas. Alih-alih ikut melesat karena pelemahan rupiah, harga emas Antam justru ambrol. Pantauan dari laman Logam Mulia Jakarta, Selasa (15/4) pukul 09.14 WIB, harga dasar emas Antam ukuran 1 gram dipatok di Rp2.613.000. Angka ini turun Rp9.000 dari harga kemarin yang berada di level Rp2.622.000 per gram.
Bagi Anda yang berniat menjual emas batangan, harga buyback atau harga beli kembali oleh Antam juga ikut merosot. Saat ini, Antam membanderol buyback di angka Rp2.361.000 per gram. Artinya, selisih antara harga jual dan harga beli kembali masih cukup lebar, mencapai lebih dari Rp250.000 per gram.
Perlu dicatat, setiap transaksi buyback dengan nilai di atas Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen. Pajak ini langsung dipotong dari total nilai transaksi saat Anda menjual emas. Sementara itu, untuk pembelian emas batangan, dikenakan PPh 0,25 persen dari harga dasar yang tertera di situs resmi Antam.
Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran yang berlaku hari ini:
Harga emas Antam sewaktu-waktu bisa berubah mengikuti pergerakan harga emas global dan nilai tukar rupiah. Bagi investor, penurunan harga ini bisa menjadi momen untuk akumulasi, namun selisih harga jual-beli yang besar tetap perlu diperhitungkan sebagai biaya investasi.