KUPANG — Lonjakan kunjungan wisatawan mancanegara ke NTT pada Juni 2026 tidak lepas dari peran pintu masuk darat. Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira B Kale, mengungkapkan bahwa 89,65 persen wisman atau sekitar 26.135 orang masuk melalui PLBN Mota Ain, Motamasin, Wini, dan Napan.
Sementara itu, sisanya masuk melalui pintu udara sebesar 10,22 persen dan pintu laut hanya 0,13 persen. Angka kunjungan tersebut juga tercatat naik 19,85 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Berdasarkan kewarganegaraan, wisman asal Timor Leste menjadi penyumbang terbesar dengan total 24.937 kunjungan. Posisi berikutnya ditempati wisatawan asal Malaysia dengan 1.216 kunjungan, disusul warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di luar negeri selama lebih dari satu tahun sebanyak 779 kunjungan.
Dominasi warga Timor Leste ini menunjukkan bahwa konektivitas darat melalui pos lintas batas negara (PLBN) memiliki peran strategis dalam menggerakkan sektor pariwisata di wilayah perbatasan NTT.
BPS juga mencatat perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) menuju NTT pada Juni 2026 mencapai 963.291 perjalanan. Jumlah ini meningkat 11,12 persen dibandingkan Mei 2026 dan tumbuh 6,33 persen secara tahunan.
Menariknya, perjalanan wisnus paling banyak justru berasal dari dalam Provinsi NTT sendiri, mencapai 90,77 persen dari total perjalanan. Artinya, pergerakan wisatawan lokal antar kabupaten/kota menjadi motor utama aktivitas pariwisata domestik di NTT.
Adapun perjalanan wisatawan nasional (wisnas) pada periode yang sama mencapai 7.453 perjalanan, naik 5,79 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 17,54 persen secara tahunan.
Dari sisi akomodasi, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang di NTT pada Juni 2026 mencapai 50,72 persen. Angka ini naik 10,23 persen dibandingkan Mei 2026 dan meningkat signifikan 20,81 persen dibandingkan Juni 2025.
Kabupaten Manggarai Barat mencatatkan TPK hotel bintang tertinggi sebesar 65,97 persen, disusul Kabupaten Sumba Barat sebesar 46,35 persen dan Kota Kupang sebesar 41,83 persen. Tingginya okupansi di Manggarai Barat sejalan dengan statusnya sebagai gerbang utama menuju destinasi super prioritas Labuan Bajo.
Sementara itu, TPK hotel nonbintang tercatat sebesar 20,41 persen, naik 13,24 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan meningkat 24,25 persen secara tahunan.
Data BPS ini menunjukkan tren positif sektor pariwisata NTT yang berhasil bangkit. Pertumbuhan kunjungan wisman dan wisnus yang konsisten, ditopang tingginya okupansi hotel, mengindikasikan semakin pulihnya kepercayaan wisatawan untuk berkunjung ke NTT.
Dengan dominasi wisatawan Timor Leste melalui jalur darat, penguatan infrastruktur dan layanan di kawasan PLBN menjadi kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan ini. Peningkatan konektivitas udara juga tetap relevan untuk menarik pasar wisatawan dari Malaysia dan negara lainnya.