KPK Mengajar di Sumba Timur: 150 Siswa SDM Anduwatu Diajak Main Peran Lawan Korupsi, Tas dan Botol Minum Dibagikan

Penulis: Fauzan Arifin  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 15:10:31 WIB
siswa SD Masehi Anduwatu mengikuti kegiatan KPK Mengajar di Sumba Timur, Rabu (5/8/2026).

SUMBA TIMUR — Suasana belajar yang berbeda terasa di SD Masehi Anduwatu, Kecamatan Matawai La Pawu, Rabu (5/8/2026). Kelas yang biasanya diisi pelajaran umum, kali ini berubah menjadi arena permainan dan diskusi tentang kejujuran yang dipandu langsung oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kegiatan bertajuk KPK Mengajar ini merupakan bagian dari program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) 2026. Sebanyak 150 siswa dari sekolah yang berada di Desa Praibokul tersebut tampak antusias mengikuti sesi yang dikemas tidak menggurui, jauh dari kesan formal.

Metode Bermain untuk Menanamkan Kejujuran, Disiplin, dan Tanggung Jawab

Alih-alih memberikan ceramah, tim KPK memperkenalkan tiga nilai utama antikorupsi—kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab—melalui pemutaran film edukatif dan permainan kelompok. Sesi tanya jawab interaktif pun diselingi di sela-sela kegiatan agar materi lebih dekat dengan keseharian anak.

Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) 1 pada Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi (Soskam) KPK, Medio Venanda Sukarta, menegaskan bahwa membangun karakter sejak dini adalah investasi jangka panjang dalam upaya pencegahan korupsi. Menurutnya, kebiasaan jujur yang tertanam sejak kecil akan membantu anak mengambil keputusan secara bertanggung jawab kelak.

"KPK meyakini bahwa membangun generasi berintegritas merupakan investasi jangka panjang dalam pencegahan korupsi," kata Medio dalam keterangannya, Rabu.

Apresiasi Sekolah: Pengalaman Berharga bagi Anak di Daerah Terpencil

Kehadiran lembaga antirasuah di Kecamatan Matawai La Pawu mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SDM Anduwatu, Martha May Kobul, menyebut kegiatan ini memberikan pengalaman yang sulit dilupakan para siswa. Materi yang disampaikan dengan cara menyenangkan dinilainya mampu membuat anak-anak memahami bahwa sikap jujur adalah bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan sekadar teori.

"Kehadiran KPK di sekolah kami menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi para siswa. Materi disampaikan dengan cara yang menyenangkan sehingga anak-anak mudah memahami bahwa sikap jujur dan bertanggung jawab merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari," ujar Martha.

Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah di berbagai daerah, terutama di wilayah pelosok NTT.

Bukan Sekadar Materi: Ada Tas dan Botol Minum untuk 150 Siswa

Sebagai bentuk apresiasi, KPK bersama Pemerintah Kecamatan Matawai La Pawu dan Inspektorat Kabupaten Sumba Timur membagikan tas sekolah serta botol minum kepada seluruh siswa yang hadir. Pemberian ini diharapkan menjadi pengingat simbolis akan nilai-nilai yang baru saja mereka pelajari.

Kegiatan yang turut dihadiri Camat Matawai La Pawu, Serlynawati Dima Madik selaku Inspektur Investigasi pada Inspektorat Kabupaten Sumba Timur beserta jajaran, para guru, dan tim Direktorat Soskam KPK ini menjadi salah satu rangkaian JNBA 2026. Program tersebut dirancang untuk memperluas pemahaman tentang pentingnya integritas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, dengan menyasar sekolah, pemerintah daerah, hingga masyarakat umum.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: deteksi.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top