KUPANG — Empat program studi ilmu komunikasi di NTT kini berada di bawah naungan ASPIKOM Korwil NTT dengan agenda utama penguatan jejaring riset dan publikasi ilmiah. Keempat prodi tersebut meliputi S1 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Nusa Cendana (Undana), S1 Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, S1 Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Nipa Maumere, serta S2 Ilmu Komunikasi Undana.
Ketua ASPIKOM Korwil NTT Dr. Lucy Max mengatakan kolaborasi antarpengajar dan peneliti menjadi kunci menghadapi pesatnya perubahan di industri media dan komunikasi. "Berbagai tantangan tersebut tidak akan dapat kita selesaikan secara parsial. Karena itu, kolaborasi, sinergi, dan integrasi antarpogram studi ilmu komunikasi di Provinsi NTT menjadi sebuah keharusan," ujarnya di Kupang, Kamis.
ASPIKOM Korwil NTT menaungi empat program studi yang tersebar di tiga wilayah berbeda di NTT. Selain dua prodi di Kupang, organisasi ini juga membawahi prodi di Maumere, Flores. Keberadaan prodi di kepulauan menjadi perhatian khusus dalam pendampingan mutu pendidikan.
Ketua Umum ASPIKOM Prof. Anang Sujoko menilai NTT memiliki potensi riset yang kaya dari aspek sosial, budaya, komunikasi, maupun pembangunan daerah. Ia mendorong akademisi memanfaatkan potensi tersebut melalui kolaborasi penelitian agar hasil riset berkontribusi bagi pengembangan ilmu komunikasi dan pembangunan di daerah.
Untuk mendukung target tersebut, ASPIKOM menyiapkan program Klinik Publikasi yang mempertemukan pengelola jurnal komunikasi terakreditasi SINTA. "Peserta akan didampingi hingga naskah siap disubmit ke jurnal," kata Anang.
Selain publikasi, ASPIKOM juga menjalin kerja sama dengan sejumlah Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk mendukung sertifikasi dosen dan mahasiswa. Langkah ini sekaligus memperkuat kolaborasi riset antarpengajar di berbagai perguruan tinggi.
Peningkatan akreditasi menjadi prioritas organisasi karena berdampak langsung pada mutu perguruan tinggi. "Kondisi program studi ilmu komunikasi harus meningkat. Termasuk nanti di wilayah NTT, targetnya akreditasi program studi harus naik. Karena itu, semua harus diselaraskan dengan program," tegas Anang.
Lucy menambahkan, kepengurusan ASPIKOM NTT berkomitmen memastikan program strategis DPP ASPIKOM tidak hanya berhenti di tingkat pusat. "Kami berkomitmen memastikan bahwa program-program strategis DPP ASPIKOM tidak hanya berhenti di tingkat pusat, tetapi benar-benar menjangkau dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh program studi ilmu komunikasi, baik di daratan maupun kepulauan NTT," jelasnya.
Dengan adanya pendampingan akreditasi, penguatan sertifikasi profesi, dan Klinik Publikasi, diharapkan kualitas pendidikan tinggi ilmu komunikasi di NTT mampu bersaing di tingkat nasional. Para dosen juga diharapkan semakin produktif menghasilkan artikel ilmiah yang siap dipublikasikan pada jurnal bereputasi.