Pemkot Kupang Terima Hibah Rp 300 Juta dari IOM untuk Perkuat Operasional Satgas PPLN

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:45:31 WIB
IOM menyerahkan hibah sarana dan prasarana perkantoran senilai hampir Rp300 juta kepada Pemkot Kupang untuk memperkuat operasional Satgas PPLN.

KUPANG — Dukungan operasional bagi Satuan Tugas Penanganan Pengungsi Luar Negeri (Satgas PPLN) Kota Kupang kini semakin solid. International Organization for Migration (IOM) menyerahkan hibah sarana dan prasarana perkantoran senilai hampir Rp300 juta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang selama ini terjalin.

Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, menyampaikan rasa terima kasihnya secara langsung. Ia menegaskan bahwa bantuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan pengakuan nyata atas sinergi yang telah dibangun kedua pihak.

"Bantuan senilai hampir Rp300 juta ini merupakan bentuk penghargaan atas kolaborasi yang telah terjalin dengan baik. Mewakili Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota, kami mengucapkan terima kasih kepada IOM atas dukungan yang diberikan," katanya di Kupang, Kamis.

Status Barang Hibah dan Tanggung Jawab Pemeliharaan

Seluruh barang hibah yang diterima tidak serta-merta menjadi milik pribadi. Jeffry memastikan bahwa semua aset tersebut akan dicatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD) sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Konsekuensinya, pemeliharaan dan penggunaan barang menjadi tanggung jawab penuh perangkat daerah penerima. Hal ini dilakukan agar setiap fasilitas yang dihibahkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan akuntabel.

Sinergi Lintas Sektor dalam Penanganan Pengungsi

Head of Field Office IOM Kupang, Herman Rabu, menjelaskan bahwa hibah ini merupakan wujud apresiasi tulus kepada Satgas PPLN. Menurutnya, organisasi tersebut dinilai sangat dinamis dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

"Satgas PPLN Kota Kupang adalah organisasi yang sangat dinamis. Hibah ini merupakan bentuk apresiasi tulus kami atas dukungan penuh Pemerintah Kota Kupang dalam penanganan pengungsi luar negeri dari waktu ke waktu," ujarnya.

Kolaborasi yang dibangun tidak hanya berhenti pada dukungan logistik. Berbagai perangkat daerah turut dilibatkan dalam program pemberdayaan, mulai dari penyediaan akses pelatihan dan magang kerja hingga perlindungan khusus bagi perempuan dan anak.

Di sektor pendidikan, anak-anak pengungsi juga mendapatkan hak mereka untuk belajar, salah satunya di SD Inpres Oepoi Kupang. Pendekatan lintas sektor ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem penanganan pengungsi yang humanis dan berkelanjutan.

Ke depan, sinergi antara IOM dan Pemkot Kupang diharapkan terus diperkuat. Koordinasi lintas perangkat daerah dalam pelaksanaan tugas Satgas PPLN menjadi kunci utama agar pelayanan terhadap pengungsi luar negeri berjalan semakin efektif.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top