KUPANG — Pertemuan trilateral yang mempertemukan Polri, Australian Federal Police (AFP), dan Polícia Nacional de Timor-Leste (PNTL) resmi digelar di Markas Polda NTT, Kamis (6/8/2026). Agenda ini menyoroti penguatan pengawasan perbatasan dan pertukaran informasi intelijen di kawasan yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste.
Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko membuka langsung forum yang dihadiri delegasi Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri tersebut. Menurutnya, posisi geografis NTT yang berada di jalur strategis menuju Australia membuat kerja sama ini tidak bisa ditawar.
"Tantangan keamanan di wilayah perbatasan tidak dapat dihadapi sendiri sehingga diperlukan kolaborasi yang kuat, terutama dalam pengawasan perbatasan, pertukaran informasi intelijen, serta penanganan kejahatan transnasional," ujar Rudi dalam sambutannya.
Ia menilai kolaborasi antarlembaga penegak hukum merupakan langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pencegahan dan penindakan berbagai bentuk kejahatan lintas negara. Kawasan perbatasan NTT dinilai rawan menjadi celah masuk jaringan kriminal terorganisir.
Dalam kesempatan yang sama, AFP menyerahkan bantuan sarana operasional kepada Polda NTT. Bantuan tersebut berupa sepeda motor, laptop, printer, dan teropong yang diharapkan mendukung kinerja personel di lapangan.
Kapolda NTT menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut. "Bantuan ini akan memperkuat kemampuan operasional jajaran kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan perbatasan," katanya.
Penerjemah Madya Divhubinter Polri Kombes Pol. Juara Silalahi menjelaskan forum ini menjadi wadah strategis mempererat koordinasi antara Indonesia, Australia, dan Timor-Leste. Pembahasan mencakup penyelarasan mekanisme kerja sama operasional dan peningkatan kapasitas personel.
Delegasi AFP pada pertemuan itu dipimpin Federal Agent Chad Aston, didampingi Judy Goldsmith, Sarah Hammond, dan Dalia Das Regas. Sementara itu, delegasi PNTL dipimpin Chief Superintendent Calisto Gonzaga bersama Boavida Ribeiro, Eugenio Pereira, dan Esterlita Gama Soares.
Usai seremoni pembukaan, seluruh delegasi melanjutkan rapat teknis tertutup. Agenda utamanya membahas langkah operasional bersama dan penguatan koordinasi untuk mendukung keamanan kawasan Indonesia, Timor-Leste, dan Australia.