NUSA TENGGARA TIMUR — Warga di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, merasakan guncangan kuat saat gempa bumi magnitudo 7 mengguncang wilayah Mbay, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Selasa (14/1). Getaran yang berlangsung beberapa detik itu membuat sebagian warga berhamburan keluar rumah dan mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sebagai antisipasi terjadinya gelombang pasang.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Selayar, Abdul Hakim, mengatakan getaran terasa cukup signifikan di wilayah pesisir. "Guncangan terasa sekitar 10 hingga 15 detik. Warga di pesisir langsung bergerak ke tempat aman setelah mendengar informasi peringatan dini tsunami," ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/1) malam.
Meski sempat terjadi kepanikan, situasi di Selayar dilaporkan berangsur kondusif setelah BMKG mengumumkan status peringatan dini tsunami berakhir. Tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan di wilayah tersebut.
BMKG mencatat episentrum gempa berada di laut dengan kedalaman dangkal. Guncangan tidak hanya dirasakan di NTT dan Sulawesi Selatan, tetapi juga hingga ke Pulau Bali. Peringatan dini tsunami setinggi 0,3 meter sempat dikeluarkan untuk delapan wilayah yang tersebar di Indonesia bagian timur dan tengah.
Wilayah yang masuk dalam daftar peringatan dini tersebut meliputi pesisir pantai di sekitar pusat gempa dan beberapa kabupaten/kota di NTT. Masyarakat di pesisir diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang bisa terjadi kapan saja.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa dan tsunami. Ia meminta warga untuk hanya mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BMKG melalui kanal-kanal komunikasi yang telah disediakan.
"Kami terus memantau aktivitas gempa susulan. Masyarakat diminta tenang namun tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan," kata Dwikorita dalam keterangan resminya. BMKG juga memastikan sistem deteksi dini berfungsi optimal selama kejadian berlangsung.
Sampai berita ini diturunkan, laporan sementara dari BPBD Nagekeo menyebutkan belum ada data pasti mengenai kerusakan infrastruktur di sekitar Mbay. Tim reaksi cepat telah diterjunkan untuk melakukan asesmen di lapangan, termasuk mengecek kondisi fasilitas umum dan permukiman warga.
Getaran gempa besar ini menjadi pengingat akan tingginya aktivitas seismik di wilayah Indonesia bagian timur. Pemerintah daerah bersama BPBD setempat terus berkoordinasi untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat apabila ditemukan dampak lanjutan pascagempa.