Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT, Mensesneg Pastikan 5 Unsur Pemerintah Siaga Penuh

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Sabtu, 15 Agustus 2026 | 11:30:01 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan lima unsur pemerintah pusat dan daerah siaga penuh dalam penanganan dampak gempa M 7,7 di Nagekeo, NTT.

JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi langsung menggerakkan koordinasi tingkat tinggi kurang dari empat jam setelah gempa dahsyat menggunakan wilayah utara Pulau Flores. Ia telah menghubungi Menteri Koordinator PMK, Kepala Basarnas, BMKG, BNPB, dan Gubernur NTT untuk memastikan kesiapan semua elemen dalam masa kritis pascagempa.

"Dari tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Menko PMK, Kabasarnas, BMKG, BNPB, dan Gubernur NTT untuk memastikan atensi dan kesiagaan semua unsur di masa-masa awal kejadian ini," ujar Prasetyo dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu.

Getaran Terasa hingga Lombok, Tsunami Kecil Terdeteksi di Labuan Bajo

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 05.58 WITA. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman dangkal 10 kilometer, tepatnya di sebelah utara Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Dampak guncangannya tidak main-main. Getaran terasa kuat hingga ke Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang berjarak ratusan kilometer dari episentrum.

BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami. Catatan menunjukkan gelombang tsunami memang terjadi namun dengan ketinggian relatif kecil, yakni 0,36 meter di Labuan Bajo dan 0,19 meter di Sikka, NTT. Di Dompu, NTB, gelombang terdeteksi setinggi 0,17 meter.

Pemerintah Pusat Fokus pada Respons Cepat dan Pemantauan Dampak

Prasetyo menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi di lapangan. Instruksi yang sama diberikan kepada jajaran terkait agar langkah penanganan dapat dieksekusi secara cepat apabila diperlukan di titik-titik terdampak.

"Mari kita kirimkan doa untuk saudara-saudara kita di NTT yang tadi pagi mengalami gempa sangat kuat," kata Prasetyo, mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memberikan dukungan moral bagi para korban.

Saat ini, prioritas utama pemerintah adalah memastikan akses evakuasi dan logistik berjalan lancar. Koordinasi antara Basarnas dan BNPB di lapangan menjadi kunci untuk menjangkau wilayah pesisir yang paling berisiko terdampak tsunami susulan.

Masyarakat di pesisir utara NTT diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan mengikuti arahan petugas setempat. Data kerusakan dan jumlah pengungsi masih terus didata oleh tim gabungan di lapangan.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top