NAGEKEO — Guncangan gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,0 melanda wilayah pesisir utara Pulau Flores, tepatnya di sekitar Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pusat gempa berada di laut dan berpotensi menimbulkan tsunami, sehingga peringatan dini langsung dikeluarkan untuk wilayah pesisir terdekat.
Warga yang berada di kawasan pesisir Nagekeo dan sekitarnya diimbau untuk tidak kembali ke rumah atau pantai sebelum status peringatan dicabut oleh pihak berwenang. Imbauan ini disampaikan menyusul potensi terjadinya gelombang tinggi setelah gempa besar.
Peringatan dini tsunami yang dikeluarkan BMKG menyusul gempa ini menyasar sejumlah wilayah pesisir di NTT. Mbay, yang menjadi episentrum, berada dalam status waspada tertinggi. Masyarakat di pesisir utara Flores, termasuk daerah-daerah yang berhadapan langsung dengan Laut Flores, diminta meningkatkan kewaspadaan.
Instruksi utama bagi warga di zona rawan adalah segera bergerak vertikal ke dataran yang lebih tinggi. Petugas di lapangan juga telah mulai menyiagakan jalur evakuasi dan mengarahkan warga menjauhi bibir pantai.
Guncangan gempa yang terjadi tidak hanya dirasakan di Nagekeo. Skala getaran yang cukup besar membuat warga di kabupaten tetangga ikut berhamburan keluar rumah. Kepanikan sempat terjadi di beberapa titik karena guncangan berlangsung cukup kuat dan beberapa saat.
Hingga berita ini disusun, laporan resmi mengenai kerusakan bangunan dan korban jiwa masih dalam proses pendataan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Tim tanggap darurat dikerahkan untuk memastikan kondisi terkini di lokasi-lokasi yang terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tidak menunggu konfirmasi visual sebelum mengungsi. Jika berada di area pesisir dan merasakan guncangan kuat, segera lakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi tanpa menunggu instruksi lebih lanjut. Jangan kembali ke area pantai sampai ada pengumuman resmi bahwa kondisi sudah aman.
Pantau terus informasi dari kanal resmi BMKG dan pemerintah daerah melalui radio atau media sosial terpercaya. Hindari menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya agar tidak memicu kepanikan yang lebih luas di tengah masyarakat.