Gempa M7,7 NTT Tewaskan 47 Orang, 157 Rumah Rusak Berat Tersebar di 5 Kabupaten

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:32:31 WIB
Petugas gabungan mengevakuasi korban gempa Magnitudo 7,7 di NTT, Sabtu (15/8/2025).

KUPANG — Jumlah korban jiwa akibat gempa bumi Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur terus bertambah seiring proses evakuasi yang dilakukan petugas gabungan. Data sementara BNPB yang dirilis Sabtu (15/8/2025) pukul 18.48 WIB mencatat total 47 orang meninggal dunia. Sebaran korban terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 24 jiwa, disusul Manggarai Timur 17 jiwa, Sikka 3 jiwa, serta Ngada dan Ende masing-masing 1 jiwa.

Selain korban jiwa, guncangan berkekuatan besar itu merobohkan ratusan bangunan dalam hitungan jam. BNPB mendata 157 unit rumah rusak berat, 41 unit rusak sedang, dan 148 unit rusak ringan. Kerusakan juga melanda fasilitas publik, meliputi 87 unit sarana pendidikan, 18 fasilitas kesehatan, 5 tempat ibadah, 6 kantor, serta sejumlah fasilitas umum lain.

Bantuan 50 Ribu Paket Dikerahkan dari Dua Sisi

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., menyampaikan bahwa respons penanganan darurat dilakukan dengan mengerahkan bantuan pangan dan non-pangan ke wilayah bencana. Sejumlah pasokan awal diberangkatkan melalui gudang logistik BNPB yang berada di Kabupaten Flores Timur, NTT.

Dari Jakarta, bantuan tambahan dikirim melalui baseops TNI AU Halim Perdanakusuma. Total bantuan yang disiapkan mencapai 50 ribu paket dengan berat keseluruhan 275 ton. Hingga laporan dirilis, sebanyak 10.500 paket di antaranya telah tiba di baseops, dengan sebagian berasal dari Sekretaris Kabinet.

Guncangan Terasa Hingga ke Bima dan Kepulauan Selayar

Dampak gempa tidak berhenti di daratan Flores. Guncangan turut dirasakan warga Kabupaten dan Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, serta Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. BPBD Kota Bima saat ini masih melakukan pendataan dan verifikasi kondisi di lapangan untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal.

Situasi berbeda terjadi di Kepulauan Selayar. Berdasarkan laporan Pusat Pengendali Operasi BNPB, BPBD setempat telah mendirikan pos pengungsian di tiga titik. Sebaran pengungsian berada di Kecamatan Pasirmarannu, Pasilambena, dan Takabonerate untuk menampung warga yang rumahnya rusak atau terdampak.

Kaji Cepat Masih Berjalan, Data Korban Berpotensi Bertambah

Proses kaji cepat yang dilakukan petugas gabungan masih berlangsung hingga Sabtu malam. Data yang dirilis BNPB merupakan angka sementara dan berpotensi mengalami pembaruan seiring ditemukannya korban di lokasi yang belum terjangkau. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa susulan dan tidak mudah percaya pada informasi yang tidak dapat diverifikasi.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: koranpelita.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top