Gempa M 7,7 di NTT: 47 Orang Meninggal, Status Tanggap Darurat 14 Hari Disiapkan, RS Lapangan Beroperasi di Reok

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 10:58:01 WIB
Rumah sakit lapangan mulai beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, untuk melayani korban luka akibat gempa M 7,7 di NTT.

JAKARTA — Eskalasi dampak gempa M 7,7 di NTT terus bergerak cepat. Selain korban jiwa yang mencapai 47 orang, pemerintah bergerak menyiapkan status tanggap darurat di tingkat provinsi dan membangun rumah sakit lapangan untuk melayani korban luka.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyatakan surat keputusan status tanggap darurat untuk tingkat provinsi sedang diproses. Status ini akan berlaku selama 14 hari ke depan.

Empat Daerah Tetapkan Status Darurat

Saat pemerintah provinsi masih memproses dokumen, sejumlah kabupaten yang menjadi episentrum dampak gempa sudah bergerak lebih cepat. Kabupaten Manggarai, yang terletak di pusat gempa, menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 90 hari, terhitung sejak 15 Agustus hingga 13 November 2026.

Kabupaten Ngada juga telah mengambil langkah serupa. Melalui Keputusan Bupati Nomor 441 dan Nomor 442/KEP/HK/2026, wilayah itu memberlakukan masa Tanggap Darurat Bencana dan pembentukan pos komando selama 30 hari, terhitung sejak 15 Agustus hingga 15 September 2026.

Sementara itu, Kabupaten Manggarai Timur menetapkan status Siaga Darurat Bencana hingga 4 September 2026 berdasarkan Keputusan Bupati Nomor HK/141/Tahun 2026. Tim gabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) disebut masih menyisir lokasi untuk pendataan dan verifikasi lanjutan.

Akses Darat Ende-Nagekeo Masih Terputus

Mobilitas logistik dan evakuasi menjadi perhatian utama. Jalur lintas darat Larantuka-Maumere terpantau sudah terhubung dan dapat dilalui kendaraan. Namun, akses jalan penghubung Ende-Nagekeo hingga kini masih terputus akibat gempa.

"Tim penanganan masih berupaya mencari jalur alternatif lain lantaran akses jalan darat penghubung Ende - Nagekeo hingga kini masih terputus akibat gempa," kata Berton dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026).

Rumah Sakit Lapangan Beroperasi di Reok

Untuk mendukung layanan medis kedaruratan, sebuah rumah sakit lapangan telah didirikan dan mulai beroperasi di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai. Keberadaan fasilitas ini menjadi krusial untuk menangani korban luka di tengah terbatasnya akses ke rumah sakit rujukan.

Berdasarkan data sementara BNPB yang dirilis pada Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB, total korban meninggal dunia mencapai 47 orang. Angka ini berpotensi berubah seiring proses verifikasi yang masih berjalan di lapangan.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: nasional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top