JAKARTA — Duka mendalam atas bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berdatangan dari berbagai pihak. Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat (AS) di Jakarta secara resmi menyampaikan rasa simpati dan belasungkawa kepada seluruh masyarakat yang kehilangan orang terkasih akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu pagi.
"Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Indonesia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada mereka yang kehilangan orang-orang terkasih akibat gempa bumi dahsyat dan dampaknya di Nusa Tenggara Timur," demikian pernyataan resmi yang diunggah Kedubes AS di akun media sosial X, Minggu.
Selain untuk keluarga korban meninggal dunia, doa dan simpati juga ditujukan kepada mereka yang mengalami luka-luka serta seluruh masyarakat yang terdampak. Dalam kesempatan itu, pihak Kedubes AS juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan mewaspadai potensi terjadinya gempa susulan.
Berdasarkan laporan sementara dari Kementerian Sosial RI, guncangan gempa berdampak signifikan di sejumlah wilayah. Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende menjadi daerah yang paling merasakan dampak bencana ini.
Data awal mencatat sekitar 2.000 jiwa terdampak oleh gempa tersebut. Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi masih dalam proses pendataan lebih lanjut oleh petugas di lapangan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data sementara hingga Sabtu pukul 18.48 WIB. Total korban meninggal dunia akibat gempa bumi dahsyat ini mencapai 47 orang. Angka tersebut diperkirakan masih dapat berubah seiring dengan proses evakuasi dan pendataan yang terus dilakukan di lokasi terdampak. Pemerintah daerah bersama tim gabungan masih fokus pada upaya pencarian, pertolongan, dan penanganan para pengungsi.