NUSA TENGGARA TIMUR — Gol cepat Riccardo Calafiori di menit pertama membuka pesta Arsenal, sebelum Kai Havertz dan Martin Odegaard memastikan kemenangan meyakinkan atas tim asuhan Enzo Maresca. Laga yang digelar di Cardiff ini menjadi bukti nyata ketajaman lini serang The Gunners sejak menit awal.
Calafiori mencetak gol pembuka kurang dari 30 detik setelah kick-off, memanfaatkan umpan terukur dari Myles Lewis-Skelly. Bek kiri asal Italia itu menunjukkan instingnya yang luar biasa dengan melakukan penetrasi ke kotak penalti dan melepaskan tembakan yang tak mampu dihalau Gianluigi Donnarumma.
Arsenal tidak mengendurkan tekanan. Havertz menggandakan keunggulan dengan sundulan jarak dekat memanfaatkan umpan melengkung dari sang kapten, Martin Odegaard. City tampak kesulitan keluar dari tekanan, dengan lini tengah mereka yang diisi Mateo Kovacic dan Elliot Anderson benar-benar kewalahan menghadapi agresivitas trio gelandang Arsenal.
Tiga menit setelah jeda, Odegaard menuntaskan penampilan gemilangnya dengan gol ketiga. Eksekusi cerdasnya memanfaatkan situasi di dalam kotak penalti menjadi penutup sempurna atas penampilan yang menurut laporan media Inggris merupakan salah satu yang terbaik dari kapten Arsenal. "Odegaard memainkan lebih banyak umpan ke depan dan menjadi kreator utama di hampir setiap serangan," tulis laporan tersebut.
Di kubu lawan, Phil Foden dan Elliot Anderson menuai kritik tajam dengan rating terendah. Foden gagal menciptakan peluang berarti dan ditarik keluar di babak kedua, sementara Anderson yang baru bergabung masih kesulitan menemukan ritme permainan. Bek sayap Jeremy Doku menjadi satu-satunya ancaman nyata City, tetapi upayanya selalu gagal melewati blokade ketat Ben White dan Gabriel Magalhaes.
Kemenangan ini juga memperlihatkan ketajuan luar biasa dari bangku cadangan Arsenal. Memasuki babak kedua, Mikel Arteta memasukkan Declan Rice, Bukayo Saka, dan Viktor Gyokeres tanpa mengurangi kualitas permainan tim. Bahkan, Piero Hincapie yang menggantikan Calafiori tampil impresif dengan gaya bertahan agresif yang justru menyulitkan lini serang City.
Bagi Manchester City, hasil ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Enzo Maresca. Kekalahan telak dari rival terdekat mereka di perebutan gelar menunjukkan bahwa transisi permainan pasca-Pep Guardiola tidak akan berjalan mulus. Lini belakang yang dikawal Ruben Dias dan Josko Gvardiol tampak tidak kompak, sementara Donnarumma di bawah mistar juga menunjukkan performa yang jauh dari kata meyakinkan.