NUSA TENGGARA TIMUR — Kabar ini pertama kali mengemuka dari laporan Reuters yang mengutip Nikkei Asia. Apple dikabarkan ingin memusatkan sumber daya produksi pada perangkat kelas atas, termasuk dua model Pro dan iPhone lipat pertama mereka yang selama ini dirumorkan bernama iPhone Ultra. Strategi ini diambil untuk mengoptimalkan rantai pasok dan mengurangi risiko produksi di tengah tekanan biaya komponen, terutama memori.
Keputusan memisahkan jadwal peluncuran disebut terkait erat dengan kesiapan produksi iPhone lipat. Dengan memprioritaskan model premium, Apple bisa fokus memenuhi permintaan pasar menjelang periode belanja akhir tahun yang biasanya menjadi puncak penjualan.
Laporan terbaru pada Agustus 2026 semakin memperkuat skenario ini. Informasi dari kinerja pemasok Apple, Pegatron, mengindikasikan adanya perubahan jadwal pengiriman dari salah satu pelanggan utama mereka. Artinya, lini produksi saat ini sedang disiapkan untuk perangkat premium terlebih dahulu.
Model standar yang lebih terjangkau baru akan diproduksi setelahnya, kemungkinan besar pada awal 2027. Pola ini memberi Apple dua momentum besar dalam setahun: model premium di musim gugur dan model yang lebih ramah kantong di awal tahun.
Berikut ringkasan jadwal peluncuran yang beredar di kalangan industri:
Strategi dua tahap ini memungkinkan Apple menjaga momentum penjualan sepanjang tahun. Alih-alih memperkenalkan semua varian sekaligus, mereka bisa memberikan perhatian penuh pada tiap segmen pasar di waktu yang berbeda.
Hingga 15 Agustus 2026, Apple belum mengumumkan jadwal resmi iPhone 18. Situs Apple Indonesia masih menampilkan jajaran iPhone 17 Pro, iPhone Air, iPhone 17, dan iPhone 17e sebagai produk terbaru mereka.
Bagi pengguna Indonesia, kabar ini patut dicermati. Jika skenario tersebut terealisasi, mereka yang mengincar iPhone 18 reguler harus bersabar lebih lama dibandingkan pembeli model Pro. Namun, penundaan ini juga berarti model standar yang datang belakangan berpotensi hadir dengan penyempurnaan lebih matang.
Perlu diingat, seluruh informasi ini masih berstatus laporan industri dan belum menjadi konfirmasi resmi dari Apple. Keputusan final tetap berada di tangan perusahaan yang berbasis di Cupertino tersebut.