McLaren F1 GTR Bekas Terjual Rp568 Miliar: Dua Kali Kecelakaan Tak Menurunkan Harga

Penulis: Jauhari Lubis  •  Selasa, 18 Agustus 2026 | 16:57:32 WIB
McLaren F1 GTR sasis 10R terjual seharga Rp568 miliar, menegaskan nilai kelangkaan dan sejarah balapnya.

NUSA TENGGARA TIMUR — Mobil bekas kerap diasosiasikan dengan depresiasi harga. Namun, anggapan itu tidak berlaku untuk McLaren F1 GTR bernomor sasis 10R ini. Unit yang sebelumnya dimiliki oleh Nick Mason, mantan drummer band legendaris Pink Floyd, ini membuktikan bahwa kelangkaan dan sejarah balap bisa mengalahkan segala catatan buruk di masa lalu.

Riwayat Dua Kecelakaan yang Justru Menjadi Bagian dari Sejarah

Kecelakaan pertama terjadi pada 2009 silam. Ketika itu, seorang jurnalis yang tengah mengendarai mobil ini kehilangan kendali hingga unit masuk ke sebuah ladang gandum. Insiden kedua terjadi delapan tahun kemudian, tepatnya di ajang Goodwood Members' Meeting 2017. Kali ini Nick Mason sendiri yang berada di balik kemudi saat mobil menghantam pembatas ban.

Setelah kedua insiden tersebut, mobil langsung ditangani oleh Lanzante, spesialis McLaren yang juga menangani restorasi pabrikan. Perbaikan menyeluruh membuat kondisi mobil kembali mulus, dan riwayat kecelakaan ini justru dianggap kolektor sebagai bagian dari narasi historis unit tersebut.

Kelangkaan Ekstrem: Satu dari Sembilan Unit di Dunia

Nilai tinggi mobil ini tidak lepas dari statusnya yang sangat langka. McLaren F1 GTR sasis 10R merupakan satu dari hanya sembilan unit yang diproduksi dengan spesifikasi 1996. Sebelum jatuh ke tangan Nick Mason, mobil ini sempat digunakan McLaren sebagai kendaraan promosi dan menjalani pengujian di sirkuit, termasuk sesi pre-qualifying untuk ajang 24 Hours of Le Mans.

Setelah masa dinasnya bersama pabrikan selesai, Nick Mason membeli unit ini dan McLaren kemudian memodifikasinya agar legal digunakan di jalan raya. Perawatan serta pekerjaan restorasi selanjutnya dipercayakan kepada Lanzante, menjadikan mobil ini memiliki jejak perawatan yang terdokumentasi dengan baik.

Livery Pop Art yang Bikin Bedanya

Daya tarik visual juga menjadi faktor yang mendongkrak harga. Unit ini tampil dengan livery merah dan kuning bergaya Pop Art yang mencolok, membuatnya mudah dikenali dibandingkan McLaren F1 GTR lain yang umumnya memakai warna balap klasik. Tampilan ini pula yang membuat unit ini sering menjadi pusat perhatian di berbagai ajang otomotif internasional.

Yang Perlu Diperhatikan dari Fenomena Ini

Bagi kolektor di Indonesia, fenomena ini memberikan pelajaran penting: nilai mobil klasik tidak ditentukan oleh kondisi mulus tanpa insiden, melainkan oleh keaslian, kelangkaan, dan jejak kepemilikan. Mobil dengan sejarah kecelakaan yang terdokumentasi dan diperbaiki oleh spesialis resmi justru bisa memiliki nilai lebih tinggi ketimbang unit yang seumur hidup hanya dipajang di garasi.

Namun perlu dicatat, pasar hipercar klasik seperti ini sangat berbeda dengan pasar mobil bekas harian. Faktor seperti biaya restorasi yang mencapai miliaran rupiah dan kesulitan mencari suku cadang asli membuat segmen ini hanya relevan untuk segelintir kolektor dengan modal sangat besar.

Dengan harga final Rp568 miliar, McLaren F1 GTR ini bukan sekadar kendaraan, melainkan aset investasi yang nilainya justru menguat seiring waktu—terlepas dari dua kali insiden yang pernah menimpanya.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: viva.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top