UMI Makassar Kirim Tim Medis dengan Dokter Spesialis Bedah ke Lokasi Gempa NTT, Bawa Logistik dan Obat-obatan

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:24:01 WIB
Tim medis UMI Makassar yang dipimpin dokter spesialis bedah diberangkatkan ke lokasi gempa NTT dengan membawa logistik dan obat-obatan.

MAKASSAR — Tim medis yang diberangkatkan UMI Makassar tidak sekadar berisi dokter umum. UMI menunjuk dr Berry Erida Hasbi, dokter spesialis bedah, sebagai pemimpin misi kemanusiaan ke NTT. Ia didampingi dr Muhammad Irsan Muflih Mundzir, Muhammad Zhafran Tharif Abdurrahman SKed, M. Altaf Fayyaz SKed, dan Muh. Asrul Idris ST dari Humas UMI.

Kehadiran dokter spesialis bedah menjadi poin penting mengingat kondisi korban gempa yang kerap membutuhkan penanganan luka berat dan patah tulang. Tim juga diminta bersiap menghadapi kondisi geografis wilayah terdampak yang sulit serta potensi gempa susulan.

Kolaborasi Internasional untuk Respons Bencana

Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Dr dr Nasruddin A. Mappaware, menjelaskan pengiriman tim ini dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. UMI tidak hanya mengandalkan tenaga medis, tetapi juga menyiapkan dukungan kebutuhan dasar dan perlengkapan pelayanan kesehatan.

"Kami mengirimkan tim medis, termasuk dokter spesialis bedah, dengan dukungan penuh Association of Medical Doctors of Asia (AMDA) Internasional," ujarnya di Makassar, Kamis.

Keterlibatan AMDA Internasional dalam misi ini melanjutkan kemitraan kemanusiaan yang sebelumnya sudah dibangun bersama UMI. Menurut Nasruddin, kolaborasi ini membuktikan bahwa kerja sama internasional tidak hanya diukur dari banyaknya dokumen atau agenda akademik, tetapi dari manfaat nyata bagi masyarakat.

Bantuan Langsung Disalurkan untuk Kebutuhan Mendesak

"FK UMI bersama AMDA Internasional juga berhasil menggalang bantuan yang akan disalurkan dalam bentuk kebutuhan mendesak, seperti logistik pangan, obat-obatan, serta peralatan medis untuk mendukung pelayanan di lapangan," lanjut Nasruddin.

Bantuan ini disiapkan untuk menjawab kebutuhan warga yang terdampak gempa secara langsung. UMI menilai respons perguruan tinggi terhadap bencana bisa dibangun melalui kolaborasi lintas sektor.

UMI memiliki tenaga ahli dan sumber daya akademik, AMDA membawa jejaring serta pengalaman kemanusiaan, sementara alumni UMI di daerah membantu membuka akses dan memahami kebutuhan lokal. Pola ini dinilai efektif untuk percepatan penanganan di lokasi bencana.

Bukan Misi Kemanusiaan Pertama UMI

Misi ke NTT menjadi bagian dari rekam jejak UMI dalam kerja kemanusiaan. Sebelumnya, Fakultas Kedokteran UMI melalui Tim Reaksi Cepat TBM 110 juga bergerak memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat terdampak kebakaran di Makassar.

Pengiriman tim ke NTT sekaligus menjadi komitmen UMI sebagai kampus yang berdampak bagi masyarakat luas, tidak hanya di lingkup Sulawesi Selatan tetapi juga wilayah Indonesia Timur lainnya.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top