RUTENG — Aktivitas tektonik di zona Flores Back-Arc masih jauh dari reda. BMKG mencatat getaran susulan terus mengguncang Pulau Flores dan sekitarnya, dengan gempa terbaru berkekuatan magnitudo 5,7 yang berpusat di kedalaman 10 kilometer dan dipastikan tidak berpotensi tsunami.
Guncangan kali ini terasa cukup kuat di sejumlah kabupaten. Warga di Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, hingga Sumba Timur merasakan getaran dengan skala intensitas III-IV MMI, yang berarti guncangan nyata dirasakan di dalam rumah dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa proses peluruhan energi setelah gempa besar magnitudo 7,7 di Flores membutuhkan waktu yang tidak singkat. Menurutnya, aktivitas ini berpotensi berlangsung hingga sekitar tiga sampai empat minggu ke depan.
“Karena ini gempanya cukup besar, 7,7 magnitudo, jadi peluruhannya memerlukan waktu kurang lebih tiga sampai empat minggu ke depan,” kata Teuku Faisal Fathani di Jakarta, Rabu.
Hingga Rabu sore, BMKG telah mencatat ribuan kali gempa susulan dengan magnitudo bervariasi, mulai dari yang kecil hingga yang terbesar mencapai magnitudo 6,2. Dari jumlah tersebut, puluhan di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat karena kekuatannya cukup signifikan.
“Jumlah gempa susulan sampai dengan jam 5 sore hari ini, 19 Agustus 2026, adalah sejumlah 3.055 gempa susulan,” ujar Faisal. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan tektonik di kawasan tersebut masih sangat aktif dan belum stabil.
BMKG terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan secara waktu nyata dan menyebarkan informasi terbaru kepada masyarakat di wilayah terdampak serta lokasi pengungsian. Kewaspadaan menjadi kunci utama dalam menghadapi situasi yang masih berfluktuasi ini.
Warga yang rumahnya mengalami retakan struktural atau dinilai tidak aman diminta untuk tidak menempatinya kembali. Hal ini untuk menghindari risiko robohnya bangunan apabila terjadi guncangan susulan dengan kekuatan lebih besar.
Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya pada isu atau hoaks kebencanaan yang sumbernya tidak jelas. Informasi resmi mengenai data tektonik hanya dapat diperoleh melalui aplikasi dan kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi oleh BMKG.