JAKARTA — Ketua Satuan Tugas (Satgas) Bencana Kemenkes Sumarjaya melaporkan dua rumah sakit lapangan telah dikirim dan mulai beroperasi untuk menangani dampak gempa di NTT. Rumah sakit lapangan pertama didirikan di RSUD Ruteng, sementara unit kedua ditempatkan di RSUD Aeramo Nagekeo.
"Di Rumah Sakit Ruteng karena cukup parah dan hari ini telah melakukan operasi di tenda, termasuk juga di Rumah Sakit Aeramo Nagekeo, kita operasikan hari ini, sudah berjalan. Dua rumah sakit ini membantu puskesmas-puskesmas yang terdampak gempa," ujar Sumarjaya dalam konferensi pers bersama BNPB yang dipantau dari Jakarta, Rabu.
Selain mendirikan rumah sakit lapangan, Kemenkes berkoordinasi dengan Basarnas untuk memetakan puskesmas yang rusak parah dan sulit dijangkau. Dua fasilitas kesehatan yang masuk kategori kritis adalah Puskesmas di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai, serta Puskesmas Dampek di Manggarai Timur.
"Daerah di kedua puskesmas ini sangat sulit. Oleh karena itu kami mengirimkan tenaga medis darurat atau Emergency Medical Team (EMT) untuk memberikan layanan di sana dan mengevakuasi masyarakat yang memang perlu dirujuk di rumah sakit," tuturnya.
Kemenkes menerjunkan tim Emergency Medical Team (EMT) yang berstandar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan di tengah kondisi darurat. Tim ini tidak hanya memberikan perawatan di lokasi, tetapi juga mengevakuasi warga yang membutuhkan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan.
Di sisi lain, Kemenkes mengaktifkan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk menerima laporan dan koordinasi bantuan dari relawan. Pusat kendali ini dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan di delapan kabupaten/kota terdampak serta satu Dinas Kesehatan Provinsi NTT.
Kemenkes memastikan ketersediaan obat-obatan bagi warga terdampak masih aman untuk lima hari ke depan. Jika terjadi kekurangan, pemerintah pusat siap mengirimkan pasokan tambahan sewaktu-waktu sesuai kebutuhan di lapangan.
Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melakukan identifikasi terhadap puskesmas lain yang terdampak gempa. Mobilisasi tenaga medis akan terus diperkuat seiring dengan pendataan yang berjalan di delapan kabupaten/kota yang menjadi wilayah terdampak.