RUTENG — Dua gempa bumi dangkal yang berpusat di darat mengguncang Kabupaten Manggarai, NTT, pada Kamis pagi. Gempa pertama berkekuatan M 4,8 terjadi pukul 06.28.10 Wita, disusul gempa utama M 5,6 sekitar 17 menit kemudian, tepatnya pukul 06.45.19 Wita.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episenter gempa M 5,6 berada di koordinat 8,30 Lintang Selatan – 120,59 Bujur Timur. Lokasinya tepat di darat, sekitar 37 kilometer timur laut Kota Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai.
Dampak guncangan terparah dilaporkan terjadi di Kabupaten Manggarai dengan skala intensitas V-VI MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk dan menyebabkan orang banyak terbangun. Barang-barang di dalam rumah terpental, gerabah pecah, dan tiang-tiang bangunan tampak bergoyang.
Pada skala VI, seluruh warga merasakan getaran dan sebagian besar terkejut hingga lari keluar rumah. BMKG juga menyebutkan potensi kerusakan ringan seperti plester dinding yang jatuh akibat guncangan tersebut.
Guncangan tidak hanya dirasakan di Manggarai. BMKG melaporkan getaran dengan skala MMI IV turut dirasakan di Kabupaten Nagekeo. Sementara itu, skala III-IV terasa di Kabupaten Manggarai Barat.
Wilayah lain yang merasakan getaran lebih lemah dengan skala MMI III meliputi Kabupaten Sikka, Kota Bima, dan Kabupaten Bima. Skala III berarti getaran terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk yang melintas.
Sebelum gempa M 5,6, BMKG mencatat adanya gempa darat M 4,8 pada pukul 06.28.10 Wita. Pusat gempa pendahuluan ini berada di darat, 34 kilometer timur laut Ruteng-Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer dan lokasi koordinat 8,32 Lintang Selatan – 120,57 Bujur Timur.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan yang signifikan dari pemerintah setempat. BMKG mengimbau warga untuk tetap tenang dan waspada terhadap potensi gempa susulan, serta menjauhi bangunan yang retak akibat guncangan.