STIN - Lulusan SMA dan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan punya kesempatan baru lewat penerimaan taruna STIN 2026/2027. Sekolah Tinggi Intelijen Negara di lingkungan Badan Intelijen Negara membuka pendaftaran lewat SSCASN BKN.
Sesuai jadwal nasional sekolah kedinasan yang ditetapkan BKN, pendaftaran STIN 2026 dibuka mulai 18 Agustus dan ditutup 30 Agustus 2026. Karena jendela waktu terbatas, calon peserta sebaiknya segera menyiapkan dokumen alih-alih menunggu mendekati tenggat.
Proses pendaftaran STIN 2026 dilakukan online lewat SSCASN BKN, dimulai dengan pembuatan akun berbasis data kependudukan, login, lalu memilih menu Sekolah Kedinasan dan instansi STIN. Setelah menentukan program studi, peserta perlu mengisi biodata, mengunggah dokumen, memeriksa ulang data, mengirim pendaftaran, dan menyimpan buktinya untuk keperluan tahapan berikutnya.
Sebelum mendaftar, pastikan memenuhi syarat berikut:
Peserta lulusan 2024 hingga 2026 perlu memastikan nilai rata-rata ijazah mencapai minimal 85, ditambah nilai mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya juga minimal 85.
Terbuka bagi lulusan SMA/sederajat. Program ini berkaitan dengan kemampuan operasional intelijen, dengan profil lulusan diarahkan menjadi perwira intelijen spesialisasi Human Intelligence (HUMINT).
Juga terbuka bagi lulusan SMA/sederajat. Fokusnya pada kemampuan menganalisis informasi dan peristiwa untuk mendukung pengambilan keputusan strategis, dengan spesialisasi Intelligence Analysis Management.
Punya syarat jurusan lebih spesifik: lulusan SMK/MAK bidang teknologi, komputer, jaringan, dan multimedia, meliputi Desain Grafis, Komputer, Multimedia, Pengembangan Gim, Rekayasa Perangkat Lunak, Teknik Jaringan Akses, serta Teknik Komputer dan Informatika.
Total keseluruhan 100 kursi, dengan komposisi 85 persen laki-laki dan 15 persen perempuan. Dengan jumlah terbatas ini, persaingan diperkirakan cukup ketat.
Calon taruna laki-laki diutamakan memiliki tinggi badan minimal 165 cm, sedangkan taruni perempuan minimal 160 cm, dengan berat badan seimbang sesuai ketentuan. Sifat "diutamakan" ini membuka peluang bagi peserta yang sedikit di bawah standar, asalkan mampu membuktikan prestasi atau kemampuan tertentu saat seleksi. Pemeriksaan kesehatan lain tetap wajib diikuti sesuai ketentuan panitia.
Begitu lolos seleksi administrasi, peserta STIN 2026 akan melalui Seleksi Kompetensi Dasar, lalu diikuti pemeriksaan kesehatan, tes kebugaran, dan psikotes, serta tahapan tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah lulusan Paket C bisa mendaftar STIN 2026?
Tidak, salah satu syarat STIN 2026 secara tegas menyebut peserta bukan lulusan Paket C, sehingga hanya lulusan SMA/SMK/sederajat reguler yang dapat mendaftar.
Apakah pendaftar wajib berasal dari daerah tertentu?
Sumber tidak menyebutkan pembatasan asal daerah — syarat utamanya adalah status WNI dan memenuhi ketentuan akademik, fisik, serta kesehatan yang ditetapkan.
Dengan kuota 100 taruna, tiga pilihan program studi, dan jendela pendaftaran yang berlangsung sampai 30 Agustus 2026, calon peserta STIN 2026 perlu segera menyiapkan dokumen dan memastikan seluruh syarat akademik maupun fisik terpenuhi sebelum mendaftar lewat SSCASN BKN.