Basarnas Evakuasi Dua Lansia Korban Gempa Manggarai Timur ke Labuan Bajo, Satu Diduga Alami Patah Tulang Tengkorak

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:43:31 WIB
Petugas Basarnas mengevakuasi dua lansia korban gempa Manggarai Timur menggunakan helikopter menuju Labuan Bajo.

Basarnas melanjutkan evakuasi medis dua korban luka berat gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggunakan helikopter. Kedua penyintas yang merupakan lansia itu diterbangkan ke Bandara Komodo untuk dirujuk ke RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo, Jumat.

JAKARTA — Dua korban luka berat gempa bumi di Manggarai Timur akhirnya berhasil dievakuasi melalui jalur udara setelah sempat terkendala teknis di lapangan. Helikopter Dauphin AS 365 N3+ milik Basarnas mendarat di Kampung Ronting, Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, untuk menjemput kedua pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.

Deputi Bidang Operasi dan Siaga Basarnas, Edy Prakoso, mengatakan kedua korban merupakan lansia yang mengalami cedera berat berdasarkan pemeriksaan awal tim medis Kementerian Kesehatan yang bertugas di lokasi. Evakuasi ini dipimpin langsung oleh Edy dari Manggarai Timur.

Kondisi Kedua Korban dan Proses Evakuasi

Korban pertama adalah seorang laki-laki berusia 81 tahun yang diduga mengalami cedera tulang belakang. Sementara korban kedua merupakan perempuan berusia 71 tahun dengan dugaan patah tulang dasar tengkorak.

Kedua penyintas sebelumnya telah dievakuasi dari pengungsian ke posko terpadu terdekat pada Kamis (20/8) oleh personel Kantor SAR Maumere dan unsur SAR lainnya. Namun, proses evakuasi dari Lamba Leda ke Labuan Bajo baru bisa dilanjutkan hari ini karena kendala teknis dan pertimbangan keselamatan bersama.

Rujukan ke RSUD Pratama Komodo

"Kedua penyintas tersebut akan diterbangkan menuju Bandara Komodo dan langsung dirujuk ke RSUD Pratama Komodo, Labuan Bajo, untuk mendapatkan penanganan medis intensif," kata Edy.

Penerbangan menggunakan helikopter menjadi satu-satunya opsi yang memungkinkan untuk menjangkau wilayah Lamba Leda mengingat kondisi geografis dan keterbatasan akses darat pascagempa.

Basarnas Siaga Penuh di NTT

Seluruh personel Basarnas dipastikan tetap bersiaga di NTT untuk memberikan pertolongan yang dibutuhkan masyarakat terdampak. Selain evakuasi medis, tim juga fokus pada pendistribusian bantuan logistik kebutuhan pokok dan perlengkapan pengungsian ke daerah-daerah terdampak.

"Kami siap melakukan upaya pencarian, pertolongan, dan pelayanan kemanusiaan melalui jalur darat maupun udara guna memastikan seluruh masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara cepat, tepat, dan optimal," tegas Edy.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top