12.880 Personel dan 45 Penerbangan OMC Dikerahkan Padamkan Karhutla Kalimantan

Penulis: Ginanjar Raharjo  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:24:01 WIB
Personel gabungan memadamkan titik api di lahan gambut yang terbakar di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8).

NUSA TENGGARA TIMUR — Operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan memasuki pekan ketujuh dengan skala yang masih luas. Data sementara Kementerian Kehutanan mencatat total lahan terdampak mencapai 57.088 hektare yang tersebar di lima provinsi, dengan Kalimantan Barat menyumbang area terbesar.

Konsentrasi Titik Api dan Beban Terberat di Kalimantan Barat

Berdasarkan data lapangan yang dirilis Sabtu (22/8), Kalimantan Barat mencatat 38.319 hektare lahan terbakar, diikuti Kalimantan Selatan seluas 8.019 hektare dan Kalimantan Tengah 7.635 hektare. Adapun Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara masing-masing mencatat 2.715 hektare dan 400 hektare.

Angka tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi seiring perkembangan pemadaman di lapangan.

BKO 45 Personel dan Rotasi Petugas untuk Jaga Ketahanan Operasi

Kementerian Kehutanan menerjunkan 758 personel Manggala Agni yang tersebar di empat provinsi. Rinciannya, 265 personel di Kalimantan Barat, 208 di Kalimantan Tengah, 174 di Kalimantan Selatan, dan 111 di Kalimantan Timur.

Kekuatan itu kembali ditambah 45 personel melalui mekanisme Bantuan Kendali Operasi (BKO) yang ditarik dari Jawa, Sulawesi, dan Kalimantan Selatan. Mereka difokuskan ke Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah yang dinilai membutuhkan penanganan lebih intensif.

Rotasi petugas juga dilakukan untuk menjaga kondisi fisik personel yang telah bekerja berminggu-minggu. Dukungan logistik, posko komando, peralatan, hingga layanan kesehatan diperkuat seiring panjangnya durasi operasi.

45 Ton Bahan Semai dan Sumur Bor untuk Perlambat Api Gambut

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) telah dijalankan sebanyak 45 kali penerbangan dengan total 45 ton bahan semai. Teknologi ini menyemai garam pada awan yang memenuhi syarat untuk memicu hujan di wilayah yang membutuhkan, mendukung upaya pemadaman darat yang berlangsung bersamaan.

Kawasan bergambut menjadi perhatian utama karena api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali menyala jika proses pembasahan belum tuntas. Tim gabungan membuat sumur bor sementara di sejumlah lokasi untuk mendekatkan sumber air dengan titik pemadaman, terutama di wilayah yang minim sumber air alami.

Pemadaman Belum Selesai: Dukungan Udara dan Patroli Pencegahan Diperkuat

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan, Yudho Shekti Mustiko, menegaskan operasi darat dan udara terus berjalan, terutama di lokasi yang membutuhkan penanganan panjang.

"Operasi belum selesai. Pemadaman darat dan udara terus berjalan, terutama di lokasi yang membutuhkan penanganan panjang. Kami menambah 45 personel Manggala Agni, melakukan rotasi petugas, serta memperkuat sumber air, peralatan, logistik, dan layanan kesehatan," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Patroli pencegahan melalui darat dan udara ditingkatkan untuk menemukan potensi kebakaran sedini mungkin. Keterlibatan Masyarakat Peduli Api (MPA), sukarelawan, dan warga setempat menjadi kunci karena mereka berada dekat dengan wilayah rawan dan mampu memberi informasi awal saat menemukan api maupun asap.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyebut operasi panjang ini bukan sekadar soal jumlah titik api yang berhasil dipadamkan, melainkan juga melindungi masyarakat dan menjaga ketahanan personel di garis depan.

"Empat puluh delapan hari operasi menunjukkan beratnya pekerjaan menghadapi karhutla. Yang paling utama adalah melindungi masyarakat dan mencegah api meluas, tetapi kita juga harus menjaga orang-orang yang sudah berminggu-minggu berada di garis depan. Personel perlu dirotasi," tegasnya.

Reporter: Ginanjar Raharjo
Sumber: medcom.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top