Kantor Imigrasi (Kanim) Labuan Bajo dan Kanim Maumere di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, terpaksa memindahkan loket pelayanan ke tenda darurat di halaman kantor. Langkah ini diambil setelah gempa magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8) lalu masih terus berlanjut hingga pekan ini.
KUPANG — Pelayanan keimigrasian bagi warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara asing (WNA) di dua kantor imigrasi di Pulau Flores tetap berjalan meski gedung perkantoran tengah tidak aman digunakan. Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Saroha Manullang, menyatakan instruksi untuk memindahkan pelayanan ke luar gedung telah dikeluarkan menyusul aktivitas gempa susulan yang masih terjadi.
“Saya sudah instruksikan kepada Kantor Imigrasi Labuan Bajo dan Maumere untuk melakukan pelayanan di luar gedung yakni di halaman kantor,” kata Saroha saat dihubungi dari Kupang, Sabtu.
Di Labuan Bajo, tenda pelayanan didirikan di halaman kantor Kanim setempat. Sementara itu, di Maumere, petugas memanfaatkan area garasi kendaraan sebagai lokasi sementara untuk melayani pemohon.
Saroha mengakui proses pendirian tenda ini tidak mudah. Keterbatasan pasokan tenda di tengah situasi darurat menjadi kendala utama, namun upaya tetap dilakukan demi memastikan hak warga atas layanan keimigrasian tidak terhenti.
“Kita tahu saat ini untuk mendapatkan tenda sangat sulit, tetapi kami berusaha dan dapat. Pada intinya pelayanan keimigrasian tetap berjalan, dengan memberikan kenyamanan kepada mereka yang ke Kanim,” tambahnya.
Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Charles Christian Mathau, mengungkapkan bahwa layanan darurat di tenda baru bisa dioperasikan pada Jumat (21/8). Keterlambatan ini disebabkan oleh proses pencarian tenda yang cukup sulit serta kebutuhan untuk mempersiapkan lokasi agar nyaman bagi warga.
“Kami baru mulai kemarin, karena memang sulit mendapatkan tenda serta kami harus mempersiapkan tendanya agar nyaman bagi warga yang membutuhkan pelayanan keimigrasian,” jelas Charles.
Untuk menjaga kenyamanan pemohon di tengah cuaca panas, Kanim Labuan Bajo turut memasang penyejuk udara (AC) di dalam tenda pelayanan tersebut.
Pelayanan di luar gedung ini rencananya akan dipertahankan hingga kondisi dianggap benar-benar aman. Pihak imigrasi belum bisa memastikan kapan layanan akan kembali dipindahkan ke dalam gedung, sembari terus memantau perkembangan aktivitas kegempaan di Pulau Flores.
“Pelayanan menggunakan tenda di luar gedung kantor Imigrasi akan dilakukan hingga aktivitas gempa mulai reda,” pungkas Charles.