Gempa M7,7 Flores: 87 Orang Meninggal Dunia, 150 Ribu Jiwa Mengungsi, Perbaikan Jembatan Dampek Ditargetkan Rampung 23 Agustus

Penulis: Jauhari Lubis  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 15:36:02 WIB
Petugas memperbaiki retakan oprit Jembatan Dampek di Manggarai Timur yang ditargetkan rampung pada 23 Agustus 2026.

Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026 menimbulkan dampak destruktif yang meluas. Hingga Sabtu (22/8) pukul 16.00 WIB, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 87 orang meninggal dunia, 1.298 orang luka-luka, serta 150.576 jiwa terpaksa mengungsi akibat gempa susulan yang masih terus terjadi. Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT bergerak cepat memulihkan infrastruktur vital, salah satunya Jembatan Dampek di Kabupaten Manggarai Timur yang ditargetkan kembali normal pada 23 Agustus 2026.

KUPANG — Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT memastikan perbaikan retakan oprit Jembatan Dampek pada ruas Jalan Provinsi Reo-Dampek-Pota, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, rampung dalam waktu dekat. Kerusakan akibat gempa tektonik itu sempat mengganggu kelancaran akses masyarakat dan distribusi logistik ke wilayah terdampak.

Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Benyamin Nahak menyatakan, penanganan dilakukan bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT dengan dukungan mitra kerja, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan warga setempat. "Perbaikan retakan oprit Jembatan Dampek sudah kita laksanakan. Saat ini pekerjaan terus dipercepat dan ditargetkan pada 23 Agustus 2026 besok, jalan dan jembatan pada ruas jalan provinsi ini sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan umum," ujarnya di Kupang, Minggu.

Peran Gubernur Melki Laka Lena dalam Percepatan Penanganan

Percepatan pemulihan infrastruktur ini merupakan tindak lanjut arahan langsung Gubernur NTT Melki Laka Lena. Benyamin menjelaskan, Gubernur bersama Wakil Presiden telah meninjau langsung lokasi terdampak di wilayah Dampek dan memerintahkan jajarannya untuk segera bertindak.

"Kami dapat arahan langsung dari Bapak Gubernur Melki Laka Lena setelah kemarin beliau bersama Wapres mengunjungi wilayah Dampek dan kami langsung segera menindaklanjuti arahan beliau," jelas Benyamin. Gubernur menekankan bahwa pemulihan jalan dan jembatan menjadi prioritas utama karena merupakan jalur utama mobilitas masyarakat sekaligus akses distribusi bantuan logistik ke wilayah-wilayah terdampak.

Data Terbaru Korban dan Kerusakan Akibat Gempa

BNPB memperbarui data dampak gempa yang berpusat di laut Flores ini. Sebaran korban jiwa tercatat di tujuh kabupaten, dengan jumlah terbanyak di Kabupaten Manggarai sebanyak 31 jiwa, disusul Manggarai Timur 30 jiwa, Nagekeo 13 jiwa, Sikka 9 jiwa, Ngada 4 jiwa, Ende 2 jiwa, dan Manggarai Barat 1 jiwa.

Selain korban jiwa, bencana ini juga merusak 2.969 unit rumah penduduk. Jumlah pengungsi terus bertambah karena gempa susulan masih kerap terjadi, melonjak menjadi 150.576 jiwa. Rincian pengungsi terbanyak berada di Kabupaten Manggarai dengan 41.427 jiwa, Nagekeo 34.256 jiwa, dan Manggarai Timur 31.372 jiwa.

Hingga kini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 5.335 kali gempa susulan pascagempa utama M7,7. Kondisi ini membuat warga enggan kembali ke rumah mereka dan memilih bertahan di lokasi pengungsian yang lebih aman.

Fokus Pemprov: Pulihkan Jalur Logistik dan Kebutuhan Dasar

Pemprov NTT tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi, tetapi juga memastikan seluruh infrastruktur vital segera berfungsi normal. Jalan dan jembatan menjadi perhatian penting karena menjadi urat nadi distribusi bantuan ke daerah-daerah terisolir.

Perbaikan yang dilakukan secara gotong royong antara pemerintah pusat, provinsi, TNI/Polri, dan masyarakat ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi dan aktivitas sosial masyarakat di Kabupaten Manggarai Timur dan sekitarnya pascagempa.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top