NUSA TENGGARA TIMUR — Distribusi BBM di NTT sempat terganggu akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah. Pertamina Patra Niaga bergerak cepat dengan menambah pasokan melalui FT Reo, memastikan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah terdampak tidak kekurangan stok.
Kapal MT tiba di FT Reo pada Senin (24/8) sebagai bagian dari penguatan distribusi. Kedatangan kapal ini menjadi sinyal bahwa rantai pasok BBM mulai pulih setelah sebelumnya terkendala kondisi darurat.
FT Reo berperan sebagai titik distribusi utama untuk wilayah NTT bagian barat dan tengah. Dengan tambahan pasokan ini, kebutuhan solar dan bensin untuk kendaraan, alat berat, serta pembangkit listrik di lokasi bencana dapat terpenuhi.
BBM bukan sekadar kebutuhan harian, melainkan urat nadi operasional tanggap darurat. Alat berat untuk evakuasi, ambulans, hingga genset di posko pengungsian sangat bergantung pada ketersediaan solar dan bensin.
Keterlambatan distribusi berisiko memperlambat penanganan korban dan distribusi logistik. Oleh karena itu, percepatan pengiriman lewat jalur laut menjadi prioritas Pertamina Patra Niaga.
Pertamina Patra Niaga dipastikan akan terus memonitor kondisi di lapangan. Jika dibutuhkan, penambahan volume pasokan akan dilakukan secara bertahap mengikuti perkembangan situasi.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pasokan yang ada saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan normal hingga pengiriman berikutnya tiba.
Pemulihan distribusi ini menjadi penanda bahwa infrastruktur energi di NTT tetap berfungsi meski di tengah tekanan bencana. Dengan pasokan yang stabil, roda ekonomi dan aktivitas sosial di wilayah terdampak diharapkan segera berjalan seperti sedia kala.