2 Juta Liter BBM Masuk Manggarai Pascagempa NTT, Pertamina Langsir Pertalite Lewat Jalur Putus ke Borong

Penulis: Jauhari Lubis  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 13:16:01 WIB
Pertamina menyalurkan 200.000 liter Pertalite dari FT Reo untuk memulihkan distribusi BBM di Manggarai, Manggarai Barat, dan sebagian Manggarai Timur.

LABUAN BAJOPertamina Patra Niaga memastikan distribusi BBM di wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) berangsur pulih setelah FT Reo menerima tambahan pasokan 200.000 liter Pertalite. Bahan bakar tersebut akan didistribusikan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, dan sebagian Manggarai Timur.

VP Corporate Communication PT Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora menyebutkan, stok di FT Reo saat ini mencapai 300.000 liter dari total kapasitas tangki 500.000 liter. Setelah pembongkaran di Reo rampung, kapal MT Musi akan melanjutkan perjalanan untuk menyuplai Fuel Terminal Waingapu.

Jalur Darat Putus, Pertamina Langsir BBM ke SPBU Borong

Akses jalan menuju SPBU Borong/Kota di Manggarai Timur sempat terputus akibat gempa. Untuk mengatasinya, Pertamina menerapkan strategi mitigasi dengan memindahkan muatan BBM dari mobil tangki ke dalam drum, lalu membawanya melewati jembatan atau jalur yang rusak hingga tiba di SPBU.

"Hari ini kami coba kirim penuh menggunakan mobil tangki berkapasitas 8.000 liter langsung ke arah Borong," ujar Kitty dalam keterangan resminya, Senin (24/8/2026).

500.000 Liter Avtur Disiapkan untuk Bandara Komodo

Pada hari yang sama, kapal MT Kilian dijadwalkan tiba di dermaga FT Reo membawa sekitar 500.000 liter avtur. Pasokan ini ditujukan untuk memenuhi lonjakan kebutuhan bahan bakar pesawat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, yang meningkat signifikan akibat aktivitas penerbangan pascabencana dan masa puncak kunjungan wisatawan atau peak season.

"Avtur tersebut nantinya langsung kita kirim ke DPPU Komodo untuk kebutuhan operasional pesawat," kata Kitty.

Masyarakat Diminta Tak Panic Buying

Dengan masuknya pasokan secara kontinu, Pertamina menjamin pelayanan penyaluran BBM di wilayah terdampak berjalan normal. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru memicu kerumunan di SPBU.

"Mengingat potensi gempa susulan masih ada, kerumunan massa yang terlalu padat di SPBU justru dapat berisiko menyulitkan proses evakuasi jika terjadi kondisi darurat," tegas Kitty.

Sejak gempa terjadi pada 15 Agustus 2026, FT Reo telah menyalurkan total sekitar 2 juta liter BBM yang mencakup empat jenis bahan bakar, yakni Pertamax, Pertalite, Biosolar, dan Avtur.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: acehtimes.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top