Ikan Oarfish 4 Meter Terdampar di Pantai Pink Lombok Timur, Ini Fakta Penemuannya

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 13:18:31 WIB
Bangkai ikan oarfish sepanjang empat meter ditemukan terdampar di Pantai Pink, Lombok Timur, oleh sekelompok wisatawan yang berkemah.

NUSA TENGGARA TIMUR — Peristiwa ini bermula saat sekelompok wisatawan asal Lombok Tengah yang tengah berkemah di kawasan Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, menemukan bangkai ikan berukuran jumbo di pinggir laut. Bentuknya pipih memanjang dengan panjang mencapai dua kali lipat tubuh manusia dewasa, membuat siapa pun yang melihatnya tercengang.

Penampakan Ikan Raksasa yang Viral

Video penemuan ikan ini langsung menyebar luas di media sosial setelah diunggah oleh akun Facebook @Baiq Kolby. Dalam rekaman tersebut, terlihat sekelompok anak muda dan seorang pria dewasa bahu-membahu menggotong ikan yang tak lagi bergerak itu. Kemunculan oarfish memang selalu memicu rasa penasaran publik.

Ikan oarfish hidup di kedalaman laut 200 hingga 1.000 meter dan sangat jarang muncul ke permukaan. Dalam budaya Jepang, kemunculannya kerap dikaitkan dengan tanda gempa bumi atau tsunami, sehingga julukan "ikan kiamat" melekat padanya. Meski begitu, belum ada bukti ilmiah yang menguatkan kaitan tersebut.

Pengakuan Warga: Baru Pertama Kali Melihat

Kepala Wilayah (Kawil) Dusun Telone, Desa Sekaroh, Sahlan, membenarkan penemuan tersebut. Ia menegaskan bahwa yang menemukan ikan ini bukanlah warga lokal, melainkan pengunjung yang datang berkemah sejak malam sebelumnya.

"Yang menemukan bukan warga kami, tetapi warga luar yang datang untuk berkemah dari tadi malam, pengunjung lah begitu," terang Sahlan saat dihubungi detikBali.

Sahlan mengaku baru pertama kali menyaksikan langsung ikan sebesar itu. "Selama ini baru pertama kali saya lihat. Akhirnya dicari di Google namanya ikan oarfish," pungkasnya. Butuh beberapa orang untuk mengangkat bangkai ikan tersebut dari pasir sebelum akhirnya dibawa pulang oleh para pengunjung yang menemukannya.

Dampak bagi Wisata Pantai Pink

Peristiwa ini menambah daftar fenomena alam yang pernah terjadi di pesisir Lombok Timur. Pantai Pink sendiri dikenal dengan keunikan pasirnya yang berwarna kemerahan, hasil pecahan karang merah yang tercampur dengan pasir putih. Destinasi ini berada di ujung selatan Pulau Lombok dan kerap menjadi tujuan favorit bagi wisatawan yang mencari suasana pantai yang lebih tenang.

Bagi traveler yang berencana berkunjung ke Pantai Pink, akses menuju lokasi membutuhkan perjalanan darat sekitar 1,5 hingga 2 jam dari Kota Mataram atau Bandara Internasional Lombok. Kondisi jalan beraspal cukup baik, namun sebagian ruas terakhir berupa jalan desa yang lebih sempit. Informasi terkini mengenai kondisi pantai dan akses dapat dikonfirmasi melalui Dinas Pariwisata Lombok Timur.

Fenomena Langka yang Menjadi Daya Tarik Tersendiri

Meski penemuan ikan oarfish ini sempat membuat heboh, fenomena ini justru menjadi cerita tersendiri bagi para pengunjung yang kebetulan berada di lokasi. Bagi sebagian orang, menyaksikan langsung ikan laut dalam yang biasanya tak pernah terlihat adalah pengalaman langka yang sulit dilupakan.

Jika Anda berencana berkemah di Pantai Pink seperti para pengunjung yang menemukan ikan ini, pastikan membawa perlengkapan camping yang memadai dan selalu menjaga kebersihan pantai. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau antara April hingga Oktober, ketika ombak relatif tenang dan cuaca cerah sepanjang hari.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top