Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung kondisi pengungsi bencana gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu. Orang nomor satu di Indonesia itu memastikan pemerintah akan terus memantau dan mengirim bantuan hingga kondisi dinyatakan aman.
NAGEO — Presiden Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya dengan menyambangi posko pengungsian gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu. Kunjungan ini dilakukan langsung usai ia memimpin rapat koordinasi penanganan dampak bencana di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere.
Dari markas, Presiden menuju lokasi pengungsian menggunakan mobil kepresidenan Maung Garuda. Sepanjang perjalanan, ribuan warga yang berdiri di tepian jalan menyambut antusias kedatangan Presiden. Prabowo pun membalas sapaan warga dari atap sunroof mobil kepresidenannya.
Sesampainya di posko, Presiden menerima laporan langsung dari Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto. Laporan tersebut menyoroti jumlah pengungsi serta kesiapan fasilitas pendukung, termasuk sarana mandi, cuci, kakus (MCK), dan pasokan air bersih.
Selain itu, Pangdam juga melaporkan kondisi dapur umum dan ketersediaan tenda istirahat bagi para pengungsi. Dalam peninjauan itu, Presiden sesekali memberikan instruksi langsung kepada jajarannya, salah satunya kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.
Presiden tidak hanya meninjau fasilitas. Ia turut menyapa anak-anak serta istri prajurit yang menjadi relawan memasak di dapur lapangan TNI, kemudian melanjutkan peninjauan ke dapur lapangan Polri.
Saat berkeliling, Prabowo langsung dikerubungi para pengungsi yang ingin bersalaman. Sejumlah ibu-ibu pengungsi tampak terharu dan menangis di hadapan Presiden, sebuah momen yang menunjukkan kedekatan pemimpin dengan warganya yang tengah tertimpa musibah.
Berbicara di hadapan para pengungsi, Presiden Prabowo menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa warga Flores. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan terus mengirimkan bantuan untuk mengatasi kesulitan yang ada.
"Saya datang untuk melihat langkah-langkah yang sudah diambil, dan saya menyampaikan kepada seluruh rakyat Flores, daerah-daerah yang kena bencana, ucapan belasungkawa saya, mereka yang kehilangan keluarganya, dan juga saya sampaikan bahwa pemerintah terus-menerus memantau dan terus-menerus melakukan langkah-langkah mengirim bantuan, menyiapkan semuanya untuk mengatasi kesulitan ini," kata Presiden.
Presiden meminta para pengungsi untuk bersabar. Merujuk pada pendapat para ahli, dibutuhkan waktu maksimal tiga minggu lagi untuk memasuki kondisi yang relatif aman. Setelah situasi dinyatakan aman, pemerintah berjanji akan mempercepat pembangunan hunian serta perbaikan rumah warga yang rusak akibat gempa.
"Percayalah, pemerintah tidak akan membiarkan saudara sendiri. Kita hadir dan kita akan terus membantu saudara-saudara," ujar Prabowo menegaskan komitmennya.