Presiden Prabowo Subianto langsung memimpin rapat koordinasi penanganan dampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu siang. Setibanya di posko pengungsian Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Mbay, orang nomor satu di Indonesia itu langsung menerima paparan dari Kepala BNPB.
NAGEEO — Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung lokasi pengungsian dan memimpin rapat koordinasi penanganan bencana gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu siang. Kepala Negara tiba di posko pengungsian menggunakan helikopter kepresidenan Super Puma, lalu melanjutkan perjalanan dengan mobil kepresidenan Maung Garuda menuju Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere di Desa Tonggurambang, Mbay.
Presiden langsung menuju tenda yang disulap menjadi ruang rapat. Sejumlah pejabat negara telah hadir lebih dulu, dan Prabowo menyalami mereka satu per satu sebelum duduk memimpin jalannya koordinasi.
Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto tampak hadir dalam rapat tersebut. Dari rombongan yang ikut dari Bali, ada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, serta Kepala Badan Logistik Pertahanan Kementerian Pertahanan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari juga mengikuti rapat. Forum koordinasi pimpinan daerah NTT diwakili Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, dan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus.
Sesi rapat dibuka Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan mengumumkan nama-nama pejabat yang hadir. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto kemudian memaparkan laporan situasi kebencanaan, termasuk daerah-daerah terdampak, jumlah korban, serta informasi terbaru soal penyaluran bantuan bagi para pengungsi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan, kunjungan presiden bertujuan memastikan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait berjalan efektif dalam penanggulangan dampak gempa di Pulau Flores.
"Pemerintah akan memastikan proses pemulihan dilanjutkan secara bertahap, tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan," kata Prasetyo Hadi dalam kesempatan terpisah.