Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, Trump Kembali Ubah Peta Perbatasan

Penulis: Fauzan Arifin  •  Jumat, 28 Agustus 2026 | 15:04:31 WIB
Presiden AS Donald Trump menandatangani Perintah Eksekutif yang mengganti nama Danau Ontario menjadi Danau Amerika untuk penggunaan resmi pemerintah federal.

NUSA TENGGARA TIMUR — Kebijakan ini bukan sekadar simbolis. Perintah Eksekutif yang diteken Trump berlaku untuk seluruh penggunaan nama danau oleh pemerintah federal AS, termasuk dalam dokumen resmi dan peta terbitan instansi negara. Namun, keputusan ini tidak mengikat Kanada, badan internasional, atau organisasi lain di luar yurisdiksi AS.

Reaksi Langsung dari Ottawa

Perdana Menteri Kanada Mark Carney merespons dengan nada meremehkan melalui unggahan media sosial. Ia menegaskan nama Danau Ontario sudah ada jauh sebelum kedua negara terbentuk.

"Kita tahu bahwa Amerika sudah berubah. Hubungan dagang mereka, kebijakan luar negeri mereka, monumen nasional mereka, hingga nama-nama perairan mereka. Warga Kanada juga tahu bahwa kenyataan yang sebenarnya adalah menyebutnya Danau Ontario, dulu, sekarang, dan selamanya," tulis Carney.

Pemicu di Balik Keputusan Kontroversial

Langkah ini muncul hanya beberapa hari setelah negosiasi dagang AS-Kanada gagal mencapai kesepakatan. Tenggat 22 Agustus telah ditetapkan kedua negara untuk menghindari pengenaan tarif dagang 50 persen terhadap barang-barang Kanada senilai 20 miliar dolar AS. Kanada merespons dengan balasan pajak terhadap sekitar 700 produk AS dengan nilai yang kurang lebih sama.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump melontarkan kritik tajam terhadap hubungan dagang kedua negara. "Yah, mereka tidak memperlakukan kita dengan baik. Para pejabat Kanada memperlakukan kita dengan sangat buruk. Mereka orang-orang yang jahat," ujarnya kepada wartawan, seperti dilansir Reuters.

Bukan Aksi Pertama: Dari Teluk Meksiko ke Samudra Atlantik?

Ini bukan kali pertama Trump mengubah nama fitur geografis sejak menjabat periode kedua. Pada Januari 2025, ia menandatangani Perintah Eksekutif serupa untuk mengganti nama Teluk Meksiko menjadi "Teluk Amerika".

Yang menarik, Trump bahkan sudah melempar wacana perubahan nama untuk perairan lain yang berbatasan dengan AS. "Kita sudah punya teluk dan kita sudah punya danau. Sekarang yang kita butuhkan tinggal samudra. Jadi, mungkin kita harus mengubah nama Samudra Atlantik dan/atau Pasifik. Mungkin kita akan mengubah keduanya," katanya saat penandatanganan kemarin.

Dampak bagi Wisatawan dan Peta Navigasi

Bagi traveler yang berencana menjelajahi kawasan Great Lakes, perubahan nama ini penting dicermati. Danau Ontario membentang di perbatasan AS-Kanada, dengan wilayah New York di sisi selatan dan Provinsi Ontario di sisi utara. Kota-kota wisata populer seperti Toronto, Rochester, dan Kingston berada di sekitar danau ini.

Meski pemerintah federal AS akan menggunakan nama baru dalam dokumen resmi, peta navigasi internasional dan layanan pariwisata Kanada kemungkinan tetap memakai nama Danau Ontario. Wisatawan disarankan memeriksa peta dari kedua negara sebelum bepergian untuk menghindari kebingungan.

Perubahan nama ini juga berpotensi memengaruhi industri pariwisata lokal yang selama ini memakai identitas "Ontario" sebagai daya tarik. Belum ada pernyataan resmi dari otoritas pariwisata New York mengenai penyesuaian materi promosi atau papan penanda di sekitar danau. Informasi terkini dapat dikonfirmasi via kantor pariwisata negara bagian New York atau Provinsi Ontario.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top