Kapal PELNI Angkut 282,5 Ton Bantuan Kemanusiaan ke NTT, Diberangkatkan dari Tanjung Priok

Penulis: Jauhari Lubis  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 00:14:02 WIB
Petugas memantau pemuatan 282,5 ton bantuan kemanusiaan ke kapal PELNI di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, untuk dikirim ke NTT.

JAKARTA — PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) kembali mengirimkan bantuan kemanusiaan tahap kedua untuk warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana. Sebanyak 282,5 ton barang bantuan akan diangkut dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Lorens Say, Maumere, menggunakan dua kapal penumpang secara bertahap.

Pemuatan barang bantuan ke atas kapal PELNI disaksikan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Arif Toha dan Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati di Pelabuhan Tanjung Priok. Turut hadir jajaran direksi PELNI serta Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Heru Susanto dan Executive GM Pelindo Yandri Trisaputra.

Bantuan Tahap Kedua Hampir Tembus 300 Ton

Direktur SDM dan Umum PELNI, Heri Purnomo, menyampaikan bahwa pada gelombang kedua ini jumlah barang dari instansi dan organisasi terkumpul hampir menyentuh 300 ton. Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh instansi dan organisasi yang memanfaatkan program angkutan gratis ini untuk membantu korban bencana NTT.

Program angkutan gratis barang bantuan kemanusiaan untuk korban bencana NTT melalui PELNI ini merupakan dukungan Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan.

Dua Kapal Dikerahkan, KM Tidar Lebih Dulu Berangkat

Karena jumlah barang bantuan sangat banyak, Kepala Cabang PELNI Jakarta Muhammad Ardiansyah membagi pengirimannya ke dua kapal penumpang. Sebanyak 135 paket barang seberat 67,5 ton diangkut KM Tidar yang berangkat dari Jakarta pada Sabtu (29/8). KM Tidar dinakhodai oleh Capt. Noviansyah Syafrudin.

Angkutan berikutnya sebanyak 250 paket bantuan seberat 125 ton dan 5 unit kontainer ekuivalen 90 ton akan dibawa oleh KM Dobonsolo yang dijadwalkan berangkat dari Jakarta pada Senin (31/8). KM Dobonsolo sendiri dinakhodai oleh Capt. Ahmad.

"Karena minat masyarakat sangat tinggi, sementara kapasitas angkutan barang di kapal penumpang terbatas, kami membagi angkutannya ke dua kapal PELNI. Akan kami pastikan seluruh barang bantuan diterima dengan baik sampai ke NTT via Pelabuhan Lorens Say, Maumere," ujar Ardiansyah.

Bantuan dari Kemenhub, BUMN, hingga Partai Politik

Bantuan kemanusiaan yang terkumpul berasal dari berbagai pihak. Dari lingkungan Kementerian Perhubungan, ada bantuan dari Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta dan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok.

Sementara dari BUMN, bantuan datang dari Pelindo, LEN, Pindad, dan Wijaya Karya. Dari swasta, ada Coca Cola, untuk organisasi dari DPC INSA Jaya dan Relawan Nusantara.

"Lalu ada dari DPP Partai Golkar, Fraksi Golkar DPR RI, dan ormas PPK Kosgoro 1957 yang diserahkan langsung Wakil Ketua DPR Sari Yuliati," Sekretaris Perusahaan PELNI Ditto Pappilanda menambahkan.

Gelombang Pertama Sudah Dikirim dari Surabaya dan Makassar

Pada gelombang pertama, PELNI mengirim barang bantuan dengan KM Tidar pada 16 Agustus dari Pelabuhan Surabaya. Bantuan serupa dari gabungan PELNI Group juga diangkut dari Pelabuhan Makassar ke NTT.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: beritalima.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top