NUSA TENGGARA TIMUR — Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyerahkan langsung penghargaan ini. Ajang bertajuk Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Batch II regional Kalimantan itu digelar Kemendagri bersama Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) sebagai penyelenggara.
Penilaian mencakup empat bidang utama: akses penduduk terhadap layanan pendidikan, implementasi program tiga juta rumah, pengelolaan sampah dan lingkungan, serta akses dan kualitas layanan kesehatan. Setiap bidang diukur pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Pemda dengan kebijakan dan tata kelola terbaik akan menerima penghargaan.
Kaltim meraih peringkat pertama untuk klaster pendidikan tingkat provinsi. Kalimantan Utara menyusul di posisi kedua pada kategori yang sama. Penghargaan untuk kategori lain diberikan kepada daerah yang dinilai berhasil dalam penyediaan hunian layak, penanganan sampah, dan perbaikan layanan kesehatan.
Bagi Kaltim, hasil ini menjadi pengakuan atas komitmen pemerintah daerah memperluas akses warga terhadap pendidikan.
Pada program tiga juta rumah, misalnya, pemerintah daerah dinilai dari perannya mempercepat penyediaan hunian layak. Aspek yang dilihat mencakup dukungan kebijakan, tata kelola permukiman berkelanjutan, dan solusi perumahan yang kolaboratif.
Prinsip serupa diterapkan pada klaster pendidikan. Tim penilai melihat sejauh mana pemerintah daerah menjamin penduduknya mendapat layanan pendidikan secara setara dan merata.
Apresiasi Pemda Berprestasi Batch II menjadi instrumen Kemendagri memetakan inovasi daerah di tingkat tapak. Regional Kalimantan menjadi salah satu lokasi penilaian dalam rangkaian yang melibatkan sejumlah provinsi lain.