Mahasiswa Undana Terdampak Gemma Flores Dapat Keringanan UKT Satu Semester, Biaya Wisuda Juga Dibebaskan

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Jumat, 04 September 2026 | 11:53:31 WIB
Undana membebaskan atau mengurangi UKT bagi mahasiswa terdampak gempa Flores selama satu semester.

Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memastikan mahasiswa yang keluarganya terdampak gempa bumi di Flores tetap bisa melanjutkan kuliah dengan memberikan kebijakan afirmasi Uang Kuliah Tunggal (UKT). Rektor Undana, Jefri S Bale, menyebut keringanan berupa pengurangan atau pembebasan UKT ini berlaku selama satu semester dan bisa dievaluasi jika masa pemulihan masih berlanjut.

KUPANG — Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memutuskan untuk membebaskan atau mengurangi Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa yang terdampak gempa bumi Flores. Kebijakan afirmasi ini berlaku selama satu semester sebagai bentuk kepedulian kampus agar korban bencana tidak putus kuliah di tengah tekanan ekonomi keluarga.

Rektor Undana, Jefri S Bale, menyampaikan keputusan ini di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (13/11). Bagi mahasiswa yang sedang mempersiapkan kelulusan, kampus juga memberikan pembebasan biaya wisuda.

Keringanan UKT Bisa Diperpanjang Jika Pemulihan Belum Selesai

Jefri menegaskan kebijakan ini bukan hanya berlaku satu kali. Pihak kampus akan mengevaluasi kondisi mahasiswa setelah satu semester berjalan.

“Walaupun kami sebagai pimpinan juga sudah memikirkan bahwa harus dilakukan afirmasi, berupa peringanan atau keringanan biaya studi akademik bagi mahasiswa yang terdampak, dengan pengurangan atau pembebasan UKT selama satu semester,” kata Jefri.

Apabila mahasiswa masih membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih dari dampak bencana, keringanan tersebut dapat diperpanjang.

Mahasiswa di Kupang yang Kesulitan Sembako Diminta Lapor ke Posko

Tidak hanya soal biaya kuliah, Undana juga membuka Posko Undana untuk menampung laporan mahasiswa yang berada di Kota Kupang dan kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Kondisi ini banyak dialami mahasiswa yang keluarganya di Flores masih dalam masa penanganan bencana.

“Kami punya kewajiban moral untuk membantu penanganan bencana yang sudah terjadi di Flores. Di hari pertama setelah gempa, kita langsung membuka posko untuk menerima donasi dan bantuan,” ujarnya.

Kampus Aktif Menyalurkan Bantuan dan Relawan

Keterlibatan Undana dalam penanganan bencana tidak berhenti pada kebijakan akademik. Sejak hari pertama gempa, kampus telah mengerahkan relawan dan menyalurkan donasi ke lokasi terdampak.

Jefri menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan mahasiswa terdampak tetap memiliki akses terhadap pendidikan. Menurutnya, bantuan kemanusiaan dan keringanan biaya studi harus berjalan beriringan agar proses pemulihan tidak menghambat keberlanjutan pendidikan para penyintas.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top