NUSA TENGGARA TIMUR — POVA 8 Pro 5G bukan sekadar versi "Plus" dari POVA 8 standar. TECNO membuat keputusan berani: kapasitas baterai turun dari angka jumbo menjadi 6500mAh, tapi sebagai gantinya pengguna mendapat panel AMOLED 144Hz dan bodi ramping 7,39mm. Untuk lini yang selama ini identik dengan baterai raksasa, ini pergeseran identitas yang perlu dicermati sebelum memutuskan membeli.
TECNO membawa dua opsi ke pasar Indonesia. Model reguler dibanderol Rp5,999 juta untuk RAM 8GB/ROM 256GB dengan tiga pilihan warna: Arc White, Graphite Black, dan Tundra Green. Pembelian di Erafone Store mendapat cashback hingga Rp300 ribu, efektif membuat harganya turun ke kisaran Rp5,7 jutaan.
Varian kedua adalah TECNO POVA 8 Pro 5G Tonino Lamborghini Limited Edition seharga Rp6,299 juta. Selisih Rp300 ribu dari varian standar memberikan desain eksterior khas kolaborasi, wallpaper dan icon pack eksklusif, plus gift box berisi aksesori bertema Tonino Lamborghini. Unit edisi ini terbatas dan mulai tersedia 5 September di Erafone Store, sementara penjualan daring baru dimulai 9 September.
Anthoni Roderick, PR Manager TECNO Indonesia, menyebut kolaborasi ini mempertemukan semangat inovasi POVA dengan karakter Italian craftmanship yang ikonik. Spesifikasi teknis kedua varian dibuat identik—yang membedakan hanya tampilan dan kelengkapan.
Performa gaming menjadi fokus utama seri ini. TECNO menyematkan chip Dimensity 7400 Ultimate yang dipasangkan dengan P1 Graphic Chip khusus. Klaim pabrikan menyebut game populer seperti MLBB, PUBG, Call of Duty, hingga Honor of Kings bisa berjalan hingga 144fps.
Untuk menjaga suhu tetap terkendali saat sesi gaming panjang, POVA 8 Pro 5G dibekali sistem 5K IceShield VC Cooling dengan vapor chamber seluas 5000mm persegi dan arsitektur termal 9 lapis. Kombinasi ini yang akan menentukan apakah performa puncak bisa bertahan atau malah mengalami thermal throttling setelah 30 menit bermain—perlu pengujian langsung untuk memastikannya.
Ini sektor yang paling mencolok dibanding pendahulunya. Layar 6,78 inci 144Hz HyperLux AMOLED membawa tingkat kecerahan maksimum hingga 4500 nits dan touch sampling rate 240Hz. Panel AMOLED dengan refresh rate setinggi ini jarang ditemukan di rentang harga Rp5-6 jutaan, dan akan terasa dampaknya saat scrolling maupun bermain game kompetitif.
Layarnya juga dilindungi Gorilla Glass 7i, sementara bodi perangkat mengantongi sertifikasi IP69K dan 5-Star Drop Resistance dari SGS. Ini nilai jual yang jarang di kelas menengah—ketahanan debu dan air setara produk flagship.
Keputusan menurunkan kapasitas baterai dari varian standar memang mengundang pertanyaan. Namun TECNO mengklaim angka pemakaian nyata masih impresif: lebih dari 10 jam bermain MLBB dan lebih dari 27 jam untuk akses TikTok. Dengan ketebalan hanya 7,39mm, trade-off ini masuk akal secara desain—POVA 8 Pro 5G tidak lagi terasa seperti bata di tangan.
Di bagian belakang, modul kamera tetap menyematkan sensor utama Sony LYT-700C dengan OIS. Bukan kamera gaming yang biasanya jadi prioritas, tapi kehadiran OIS di kelas harga ini patut diapresiasi untuk kebutuhan foto harian.
Perangkat berjalan di HiOS 16 yang dipenuhi fitur AI. TECNO menjanjikan dua pembaruan versi Android dan tiga tahun patch keamanan rutin—komitmen yang jarang diberikan pabrikan China di segmen ini. Bonus lain berupa tiga tahun gratis cloud storage 256GB dan tiga bulan Google AI Plus dengan kapasitas hingga 2TB.
POVA 8 Pro 5G jelas menyasar gamer mobile yang menginginkan layar 144Hz dan desain tipis tanpa harus merogoh kocek hingga dua digit. Kompetitor terdekatnya di rentang Rp5-6 jutaan biasanya menawarkan baterai lebih besar atau chipset setara, tapi jarang yang menggabungkan AMOLED 144Hz, IP69K, dan OIS dalam satu paket.
Namun jika prioritas utama adalah daya tahan baterai paling ekstrem di kelasnya, varian POVA 8 standar atau kompetitor dengan baterai 7000mAh ke atas masih jadi pilihan lebih rasional. Edisi Tonino Lamborghini direkomendasikan hanya untuk kolektor atau pengguna yang benar-benar menghargai elemen desain eksklusif—secara performa, tidak ada alasan teknis membayar lebih.