NUSA TENGGARA TIMUR — Pengumuman itu disampaikan SANY melalui akun LinkedIn resminya. Angka tersebut belum termasuk lini produk listrik lain seperti reach-stacker, truk semi listrik, dan ekskavator listrik yang juga terus diproduksi.
Langkah ini kontras dengan kondisi armada komersial di Amerika Utara yang dinilai masih lambat beralih ke tenaga listrik. Sementara itu, pasar Asia dan kawasan lain justru menunjukkan percepatan adopsi.
Mayoritas peralatan listrik SANY mengandalkan paket baterai raksasa berkapasitas 550 kWh. Baterai ini dirancang bisa ditukar (swappable), sehingga kru tambang dan konstruksi tidak perlu berhenti lama untuk mengisi daya.
Selain menekan emisi, sistem ini membantu menstabilkan jaringan listrik di wilayah operasi. SANY mengklaim efisiensi operasionalnya lebih baik dibanding mesin diesel konvensional.
SANY tidak berhenti pada kendaraan berpengemudi. Perusahaan memamerkan truk tambang listrik otonom SKT145Ei tanpa kabin pada acara Global Mining Key Customer Summit di Xi'an.
Perusahaan juga berencana membangun 100.000 truk semi listrik bersama Pony.ai, perusahaan teknologi otonom. Langkah ini menegaskan posisi SANY di segmen alat berat elektrifikasi dan kendaraan niaga cerdas.
"Rangkaian produk listrik kami terus bertambah seiring semakin banyak pelanggan yang mencari cara mengurangi emisi dan beroperasi lebih berkelanjutan," tulis SANY dalam unggahan LinkedIn-nya.
"Kami bangga menawarkan pilihan mesin berkualitas tinggi, baik listrik maupun diesel, agar pelanggan punya lebih banyak opsi untuk menemukan mesin yang sesuai kebutuhan," lanjut pernyataan tersebut.
Tren pengiriman ini menunjukkan perbedaan arah kebijakan energi. Saat armada di Amerika Utara masih berkutat pada uji coba dan perdebatan teknologi seperti hidrogen, pabrikan China mempercepat produksi massal alat berat baterai.
SANY menyebut permintaan datang dari berbagai kawasan. Kapasitas produksi yang besar dan rantai pasok baterai domestik China menjadi faktor utama yang memungkinkan volume pengiriman sebesar itu dalam waktu singkat.