Perum Bulog Kanwil Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 21.676 ton sepanjang Januari hingga September 2026. Penyaluran ini menyasar pasar-pasar dan jaringan ritel di seluruh wilayah provinsi berbasis kepulauan tersebut untuk menjaga stabilitas harga.
KUPANG — Perum Bulog Kanwil Nusa Tenggara Timur (NTT) menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 21.676 ton sepanjang Januari hingga September 2026. Penyaluran itu dilakukan secara berkelanjutan melalui pasar-pasar dan jaringan ritel di berbagai kabupaten/kota di NTT.
Pemimpin Perum Bulog NTT Arrahim K Kanam di Kupang, Senin, mengatakan penyaluran tersebut merupakan langkah nyata untuk memastikan masyarakat memperoleh akses beras dengan pasokan memadai.
Khusus pada Agustus 2026, Bulog NTT menggelontorkan 3.915 ton beras SPHP ke pasar-pasar. Angka itu menjadi bagian dari total penyaluran sembilan bulan terakhir yang terus berjalan di tengah kondisi geografis NTT yang tersebar antar-pulau.
"Bulog NTT terus memastikan beras SPHP tersedia dan tersalurkan kepada masyarakat. Kami mengoptimalkan penyaluran ke pasar dan ritel agar pasokan tetap tercukupi serta masyarakat dapat memperoleh beras dengan mudah sesuai ketentuan yang berlaku," kata Arrahim.
Penyaluran dilakukan melalui berbagai saluran yang telah ditetapkan, mulai dari pasar tradisional hingga jaringan ritel modern. Langkah ini diambil agar beras SPHP dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan mendukung stabilitas pasokan di tingkat konsumen.
Selain menjaga kelancaran distribusi, Bulog NTT terus memantau perkembangan kebutuhan dan penyaluran beras di berbagai kabupaten/kota. Arrahim menyebut koordinasi dengan pemerintah daerah, pelaku pasar, jaringan ritel, serta pemangku kepentingan terkait terus diperkuat.
"Dengan stok yang tersedia dan penyaluran SPHP yang terus berjalan, Bulog NTT akan mengoptimalkan distribusi beras ke pasar dan ritel sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan di NTT," ujar Arrahim.
Program SPHP sendiri merupakan instrumen pemerintah untuk menstabilkan harga beras di tingkat konsumen. Kehadiran beras dengan harga terjangkau di pasar menjadi penting bagi daya beli masyarakat, terutama di daerah dengan rantai distribusi panjang seperti NTT.