Gempa NTT: 136 Orang Meninggal, 60.572 Warga Masih Mengungsi dan 98.986 Rumah Rusak

Penulis: Hendra Setiawan  •  Kamis, 10 September 2026 | 08:46:01 WIB
Petugas mengevakuasi korban terdampak gempa di NTT.

KUPANG — Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto merinci komposisi korban meninggal dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (10/9/2026). Data tersebut diperbarui dari laporan Kementerian Kesehatan yang masuk ke posko penanganan bencana.

Selain korban jiwa, gempa juga melukai 1.762 orang. Sebagian dari mereka masih menjalani perawatan di fasilitas kesehatan yang tersisa, sementara yang lain sudah ditangani rawat jalan di tenda darurat.

60.572 Warga Masih Bertahan di Pengungsian

Jumlah pengungsi mencapai 60.572 orang. Mereka tersebar di titik-titik pengungsian yang didirikan di halaman kantor desa, sekolah, dan lahan terbuka.

Kebutuhan mendesak di posko pengungsian mencakup air bersih, makanan siap saji, selimut, dan layanan kesehatan dasar. Sejumlah tenda keluarga juga belum terpasang merata di semua lokasi.

98.986 Rumah Rusak, 26.089 di Antaranya Rusak Berat

Kerusakan rumah warga tercatat 98.986 unit. Rinciannya, 26.089 rumah rusak berat, 22.505 rusak sedang, dan 50.392 rusak ringan.

Rumah dengan kategori rusak berat tidak lagi layak dihuni dan penghuninya harus tetap di pengungsian sampai relokasi atau perbaikan selesai. Untuk kerusakan ringan dan sedang, sebagian warga memilih tinggal di rumah masing-masing meski dengan kondisi seadanya.

Ratusan Sekolah dan Tempat Ibadah Ikut Rusak

Gempa merusak 712 fasilitas pendidikan, 620 tempat ibadah, dan 157 fasilitas kesehatan. Kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak terpaksa dialihkan ke tenda atau diliburkan sementara.

Kerusakan juga menimpa 663 unit kantor, 175 titik jalan, dan 47 fasilitas irigasi. Rusaknya irigasi berpotensi mengganggu pasokan air ke sawah warga pada musim tanam berikutnya.

Data Korban Diperbarui dari Laporan Kemenkes

BNPB menyatakan angka korban masih bergerak seiring proses pendataan di lapangan. Pembaruan dilakukan berdasarkan laporan yang masuk dari Kementerian Kesehatan dan pemerintah daerah terdampak.

Pemerintah daerah bersama BNPB, Basarnas, dan relawan masih melakukan evakuasi, pencarian korban, serta distribusi bantuan ke titik-titik pengungsian. Warga diminta mengikuti arahan petugas selama proses penanganan darurat berlangsung.

Reporter: Hendra Setiawan
Sumber: news.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top