NUSA TENGGARA TIMUR — Peluncuran ini sekaligus menjawab ekspektasi tinggi terhadap Apple yang dikenal menunggu sampai bisa mengerjakan sesuatu jauh lebih baik dari kompetitor. Dari presentasi yang ada, perusahaan tampak memikirkan detail bentuk lipat ini secara menyeluruh.
Laporan sebelumnya menyebut Apple menunggu sampai bisa membuat crease atau bekas lipatan nyaris tak terlihat. Perusahaan juga ingin memastikan desain engsel cukup kokoh untuk bertahan dari siklus lipat dan buka tanpa henti.
Soal ketahanan jangka panjang, itu belum bisa dipastikan sekarang. Yang sudah terlihat adalah pengerjaan desain engselnya.
Salah satu detail yang paling menonjol adalah kamera depan under-screen. Kamera ini terlihat saat dibutuhkan, dan nyaris tak terlihat saat tidak dipakai.
Apple juga mempertimbangkan berbagai cara perangkat ini bisa dipegang atau diposisikan. Software-nya dirancang memanfaatkan posisi-posisi tersebut.
Ada sejumlah fitur antarmuka yang menurut presentasi terasa sederhana tapi efektif. Salah satunya soal menyalin objek dari foto: pengguna tidak perlu mengisolasi subjek dulu lalu menempelkannya ke aplikasi lain, cukup menyeretnya langsung dari foto asli.
Fitur lain menggantikan timer kamera. Alih-alih hitung mundur, perangkat menunggu sampai semua orang berhenti bergerak, lalu mengambil foto otomatis.
Ada pula efek blur saat perangkat dilipat, fitur yang tidak punya alasan fungsional jelas tapi tampil menarik secara visual.
iPhone Duo mendukung Apple Pencil, tapi tidak mewajibkannya. Ini berbeda dari pendekatan smartphone lama yang mengharuskan stylus untuk mengoperasikan layar.
Pendekatan iPhone generasi pertama dulu juga serupa: ponsel lain pakai keyboard fisik dan butuh stylus, sementara iPhone cukup disentuh jari dan keyboard hanya muncul saat diperlukan.
Penulis yang mencoba perangkat ini mengaku bukan target pasar iPhone Duo. Baginya, iPhone lebih cocok sebagai kamera ultra-slim dan komputer saku, sementara iPhone 18 Pro Max lebih sesuai kebutuhan.
Meski begitu, ia mengaku tetap sangat ingin memiliki iPhone Duo. Ini menunjukkan kemampuan Apple membangun keinginan kuat terhadap produk yang bahkan tidak dibutuhkan pengguna.
Bagi yang tertarik, iPhone Duo menyasar pengguna yang memang menginginkan perangkat lipat dengan polesan ekosistem Apple. Untuk yang lebih mementingkan kamera dan bentuk ramping, iPhone 18 Pro Max tetap jadi pilihan lebih masuk akal.