Sumaya Raih Perak Pertama Tim Indonesia dari Teqball di Asian Games 2026

Penulis: Jauhari Lubis  •  Minggu, 20 September 2026 | 16:33:02 WIB

NUSA TENGGARA TIMUR — Atlet teqball Indonesia asal Riau, Sumaya, mengakhiri perjalanan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan medali perak nomor Women's Singles. Sumaya kalah dari wakil Myanmar, Wai Khin Hnin, lewat pertarungan tiga gim 12-10, 8-12, dan 9-12 di Nagoya City Higashi Sport Center. Hasil itu menjadi medali pertama Tim Indonesia dari cabang teqball yang baru pertama kali dipertandingkan di Asian Games.

Sumaya tampil agresif sejak gim pertama. Ia sempat unggul jauh sebelum Wai Khin Hnin mengejar dan memaksa pertandingan berjalan ketat hingga gim penentuan. Duel berlangsung di Nagoya City Higashi Sport Center, Minggu, 20 September 2026.

Kalah Tiga Gim, Sumaya Akui Banyak Kesalahan Kecil

Atlet berusia 21 tahun itu menilai kekalahan di final bukan karena tekanan lawan semata. Ia mengakui sejumlah kesalahan kecil membuat perolehan poinnya tersendat sepanjang pertandingan.

"Sebenarnya pikiran saya cuma ingin satu poin naik, tetapi karena banyak kesalahan jadi susah untuk menang. Saya masih penasaran untuk mengalahkan Myanmar itu," ujar Sumaya dalam keterangan resmi yang dikutip dari NOC Indonesia.

Meski gagal membawa pulang emas, Sumaya tetap mengapresiasi perjuangannya sendiri. Ia bertekad menambah porsi latihan untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

"Saya bangga dengan diri sendiri walaupun kalah. Saya ingin latihan lebih keras lagi," katanya.

Medali Perak untuk Keluarga dan Negara

Sumaya mempersembahkan hasil tersebut untuk diri sendiri, keluarga, dan Indonesia. Dukungan suporter yang hadir langsung di arena disebutnya memberi energi tambahan selama pertandingan.

Sejumlah pejabat olahraga Indonesia turut menyaksikan laga final, di antaranya Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari, dan Chef de Mission Tim Indonesia Todotua Pasaribu.

"Saya tidak terlalu tertekan. Nervous masih bisa saya alihkan, tetapi memang keadaannya tidak memungkinkan," ucap Sumaya.

Dari Sepak Takraw ke Teqball, Jalan Panjang Menuju Debut Asian Games

Perjalanan Sumaya di teqball tidak dimulai dari cabang ini. Ia lebih dulu menekuni sepak takraw sejak duduk di bangku SMP, lalu beralih ke teqball setelah tidak terpilih memperkuat tim pada PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024.

Menurut Sumaya, teqball punya tingkat kesulitan tersendiri karena gerakan dan ukuran meja berbeda dari sepak takraw. Tantangan itu justru membuatnya menikmati olahraga tersebut.

"Kalau sulit, lebih sulit teqball. Gerakannya berbeda, mejanya kecil, tapi saya lebih menikmati main teqball karena lebih menantang tapi tidak menyesal pindah ke teqball," ujarnya.

Karier Sumaya berkembang lewat berbagai kompetisi, mulai dari Kejuaraan Nasional, International Series di Bangkok, SEA Games, hingga Asian Games. Sebelum perak di Nagoya, ia meraih medali perunggu SEA Games pada nomor mixed double.

Sejarah Baru Teqball Indonesia di Panggung Asian Games

Dengan hasil ini, teqball menyumbangkan satu perunggu dan satu perak bagi Tim Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Torehan tersebut bersejarah karena teqball untuk pertama kalinya dipertandingkan dalam Asian Games.

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Teqball Seluruh Indonesia (POTSI), Calvin Legawa, menyebut pencapaian Sumaya sebagai tonggak penting bagi perkembangan teqball Tanah Air.

"Ini sebuah pencapaian, artinya sejarah juga buat teqball Indonesia. Untuk pertama kali debut di Asian Games, kita berhasil membawa pulang medali," ujar Calvin.

Calvin berharap persiapan yang lebih panjang bisa membuka peluang pengembangan prestasi teqball Indonesia ke depan. Menurutnya, Indonesia memiliki modal dasar yang mendukung perkembangan olahraga tersebut.

Reporter: Jauhari Lubis
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top