NUSA TENGGARA TIMUR — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyatakan penjualan mobil dan motor yang tumbuh sepanjang 2026 mencerminkan keyakinan konsumen yang menguat. Gaikindo mencatat wholesales Januari–Agustus 2026 mencapai 599.491 unit, naik 20,1 persen dari periode sama tahun lalu. Penerimaan pajak ikut terdongkrak aktivitas ekonomi sektor otomotif.
Dalam konferensi pers APBN Kita edisi September 2026, Suahasil menyampaikan bahwa sektor riil masih menunjukkan ketahanan di tengah gejolak ekonomi global. Dia menyoroti beberapa indikator permintaan domestik yang tetap ekspansif, mulai dari semen, listrik, hingga kendaraan bermotor.
"Sektor riil tetap resilien. Bisa dilihat bahwa keyakinan konsumen itu bisa menguat. Penjualan riil kembali ekspansif," kata Suahasil dalam konferensi pers tersebut.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperkuat pernyataan Suahasil. Sepanjang Januari sampai Agustus 2026, pabrikan telah mengirim 599.491 unit mobil baru ke dealer atau wholesales.
Angka itu naik 20,1 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 499.315 unit. Penjualan retail dari dealer ke konsumen juga tumbuh, mencapai 594.984 unit atau naik 13,9 persen dari 522.160 unit pada Januari–Agustus 2025.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melaporkan penjualan motor sepanjang Januari–Agustus 2026 mencapai 4.362.078 unit. Capaian itu naik 2,16 persen dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat 4.269.718 unit.
Pertumbuhan segmen motor memang lebih tipis ketimbang mobil. Meski begitu, arah positifnya tetap sejalan dengan narasi pemulihan daya beli yang diungkapkan pemerintah.
Suahasil menegaskan penerimaan pajak terus tumbuh seiring meningkatnya aktivitas ekonomi. Permintaan kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang utama.
"Permintaan semen itu tumbuh, permintaan listrik itu tumbuh, permintaan mobil dan motor itu tumbuh, berarti aktivitas ekonomi itu tumbuh," ujarnya.
Di tengah optimisme, Suahasil tetap mengingatkan adanya risiko eksternal. Indeks PMI manufaktur disebut sebagai indikator yang mengikuti gerak ekonomi dunia.
"Penjualan mobil dan motor tetap tumbuh, penjualan semen tetap tumbuh, penjualan listrik tetap tumbuh, PMI manufaktur ini yang ngikutin gerak dunia itu. Jadi, harus kita waspadai. Kita tidak boleh lengah, tapi Indonesia kondisi ekonominya cukup resilien. Malah saya bisa katakan sangat resilien," kata Suahasil.
Bagi konsumen, tren kenaikan penjualan ini bisa menjadi sinyal positif soal ketersediaan stok dan program penjualan dari ATPM. Namun, besaran diskon dan skema cicilan tetap bergantung pada kebijakan masing-masing merek di sisa tahun.