Pemkot Kupang Optimalkan UKS/M Cegah HIV/AIDS Anak, Libatkan Sekolah hingga Puskesmas

Penulis: Ikhsan Maulana  •  Sabtu, 26 September 2026 | 13:46:01 WIB
Rapat koordinasi pemangku kepentingan membahas optimalisasi UKS/M untuk pencegahan HIV/AIDS pada usia sekolah di Kota Kupang.

KUPANG — Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Kupang yang juga Wakil Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang, Hengky C. Malelak, menekankan bahwa edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV/AIDS bagi usia sekolah harus disampaikan secara ilmiah, edukatif, dan tanpa memunculkan stigma. Penekanan itu disampaikannya saat memimpin rapat koordinasi yang dihadiri pemangku kepentingan lintas disiplin. Hadir dalam forum tersebut jajaran pimpinan perangkat daerah, camat se-Kota Kupang, perwakilan Kantor Kementerian Agama, para kepala sekolah, pengurus UKS/M, dan petugas puskesmas.

Mengapa Pendekatan Tanpa Stigma Jadi Kunci

Hengky menyebut pemeliharaan kesehatan anak memerlukan keterlibatan aktif antara instansi kesehatan, pendidik, dan pihak keluarga. Menurutnya, tiga pihak itu punya peran yang saling melengkapi dan tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

"Sekolah memiliki peran dalam edukasi dan deteksi dini. Puskesmas memperkuat pelayanan, pembinaan dan rujukan. Orang tua memberikan dukungan dari rumah. Kalau semua bergerak bersama, persoalan kesehatan peserta didik dapat kita tangani lebih cepat dan terpadu," jelas Hengky.

Pendekatan ilmiah dan edukatif dinilai penting agar anak dan remaja tidak enggan mencari bantuan. Stigma, menurut paparan dalam rapat itu, justru membuat kasus terlambat terdeteksi.

Materi Gizi dan Kesehatan Remaja Jadi Bahasan Peserta

Rapat koordinasi diisi pemaparan dari sejumlah narasumber, di antaranya Sekretaris KPA Kota Kupang Yohan Christianto dan dr. Nindi Ariesta Adriani. Peserta aktif berdiskusi mengenai langkah konkret penanganan gizi dan edukasi kesehatan remaja.

Dua isu itu dibahas berdampingan karena sama-sama menyasar kelompok usia sekolah. Penanganan gizi menyentuh daya tahan tubuh, sementara edukasi kesehatan remaja menyiapkan siswa memahami risiko sejak dini.

Terhubung dengan Visi Kota Kasih

Upaya perbaikan tata kelola kesehatan sekolah disinergikan dengan visi Pemerintah Kota Kupang mewujudkan "Kota Kasih" yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan. Pencetakan sumber daya manusia unggul sejak dini ditempatkan sebagai bagian dari visi tersebut.

Melalui optimalisasi UKS/M, Pemkot Kupang berharap pembinaan kesehatan anak tidak berhenti di ruang rapat. Peran sekolah, puskesmas, dan keluarga diharapkan berjalan berkelanjutan di masing-masing wilayah.

Reporter: Ikhsan Maulana
Sumber: koranntt.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top