ASITA NTT Minta Standar Keselamatan Wisata Gunung Api Diperketat, Soroti Kelimutu dan Inerie

Penulis: Fauzan Arifin  •  Minggu, 27 September 2026 | 11:06:32 WIB
Ketua ASITA NTT Oyan Kristian menilai standar keselamatan wisata gunung api perlu diperketat di NTT.

Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur menilai penguatan standar keselamatan dan sertifikasi bagi operator serta pemandu wisata gunung api penting untuk mendukung pengembangan volcano tour di daerah itu. Ketua ASITA NTT Oyan Kristian menyebut wisatawan yang naik ke gunung api wajib memiliki pengalaman dan pelatihan, bukan pemula yang coba-coba. Penilaian itu disampaikan berkaitan dengan pengawasan keselamatan wisata gunung api, khususnya di Pulau Flores yang punya sejumlah gunung api.

KUPANG — Ketua ASITA NTT Oyan Kristian menegaskan wisata gunung api tidak bisa diperlakukan seperti wisata alam biasa. Peserta wajib memenuhi standar kemampuan tertentu sebelum ikut kegiatan, terutama karena kawasan gunung api menyimpan risiko yang tidak bisa diabaikan.

"Di volcano tour pun harus ada standar tertentu yang sudah dipenuhi oleh peserta, sehingga sudah terlatih atau sudah memiliki pengalaman, bukan orang yang baru sedang coba-coba," kata Oyan saat dihubungi di Kupang, NTT, Sabtu.

Pernyataan itu muncul di tengah dorongan mengembangkan wisata gunung api di NTT, khususnya wilayah Pulau Flores yang memiliki sejumlah gunung api. Dua di antaranya yang disebut berpotensi dikembangkan adalah Gunung Kelimutu di Kabupaten Ende dan Gunung Inerie di Kabupaten Ngada.

Pemandu Wajib Tersertifikasi Khusus

Selain kemampuan peserta, Oyan menyoroti kompetensi pemandu yang menangani kegiatan wisata gunung api. Menurut dia, pemandu perlu memiliki sertifikasi khusus dan memahami karakteristik serta risiko kegunungapian.

"Demikian pun dengan pemandunya adalah orang yang memang sudah tersertifikasi secara khusus untuk mengatur wisata gunung atau volcano tour ini," ujarnya.

Operator atau penyelenggara wisata gunung api juga dituntut memenuhi persyaratan keselamatan tertentu sebelum menjalankan aktivitas. Persyaratan itu dinilai bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari mitigasi risiko di lapangan.

Setiap Kegiatan Harus Dilaporkan ke Pihak Berwenang

Oyan menilai setiap aktivitas wisata ke kawasan gunung api perlu dilaporkan kepada pihak berwenang yang memiliki otoritas terhadap kawasan tersebut. Wisatawan tidak seharusnya langsung melakukan aktivitas tanpa memperoleh informasi dan izin dari pihak yang berwenang.

"Kalau ada wisata naik ke gunung api tertentu, itu harus dilaporkan kepada badan yang melakukan pengawasan atau yang punya otoritas memberikan izin kepada area-area gunung api tersebut," ujarnya.

Informasi mengenai aktivitas gunung api disebut menjadi bagian penting sebelum wisatawan melakukan perjalanan. Pihak yang memiliki informasi kondisi terkini perlu menyampaikannya kepada operator wisata agar bisa menjadi dasar menentukan pelaksanaan kegiatan.

"Sangat penting untuk memberikan informasi terkait aktivitas gunung api, sehingga untuk setiap pendaki gunung atau wisatawan yang mau naik ke gunung api wajib dan harus mendapatkan informasi itu sebelum naik," katanya.

Potensi Ekonomi Baru, tapi Keselamatan Tetap Prioritas

Oyan melihat wisata gunung api sebagai potensi baru yang bisa mendorong perekonomian masyarakat. Paket wisata naik ke gunung api dinilai dapat melengkapi paket wisata yang sudah ada sebelumnya.

"Ini adalah potensi baru wisata gunung api. Namun, tentu saja harus dipahami, dipelajari bagaimana potensi ini kemudian bisa benar-benar memberikan manfaat nilai secara ekonomi tanpa mengurangi faktor keamanan dan keselamatan wisatawan," katanya.

Ia berharap pemerintah memperkuat pelatihan dan edukasi bagi operator wisata serta pemandu yang menangani kegiatan wisata gunung api. Pengelolaan destinasi juga perlu ditata secara terstruktur, termasuk alur kunjungan wisatawan dan pemahaman pihak-pihak yang menangani wisatawan mengenai kegunungapian.

"Kita tidak hanya melihat bahwa ini potensi yang tidak baik, tetapi kita melihat bahwa ada potensi lain yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, yang bisa membuat paket-paket wisata baru selain yang sudah existing, yaitu paket wisata naik ke gunung api," ujarnya.

Reporter: Fauzan Arifin
Sumber: kupang.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top