NUSA TENGGARA TIMUR — PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) memulai pengeboran sumur kedua LMB-19.4 di Wilayah Kerja Panas Bumi Lumut Balai, Sumatera Selatan, untuk mendukung PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 megawatt. Pengeboran memakai rig GDAP#123 ini menjadi tahap lanjutan setelah sumur eksplorasi pertama ditajak pada Juli 2026, dengan target beroperasi penuh (COD) pada 2030.
Proyek ini digarap anak usaha Pertamina di sektor panas bumi dengan kode saham IDX PGEO. Sumur LMB-19.4 merupakan kelanjutan dari tajak (spud-in) sumur eksplorasi pertama LMB 19-3 di Desa Babatan, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim, yang dibor hingga kedalaman 2.500 meter. Pengeboran sumur kedua ditargetkan rampung dalam 40 hari.
Direktur Utama PGE Ahmad Yani menyebut proyek ini sebagai bagian penting dari upaya memperkuat kontribusi panas bumi di Sumatera, terutama pada momentum satu abad pengembangan panas bumi nasional.
"Proyek ini menjadi bagian penting dari upaya PGE memperkuat kontribusi panas bumi di Sumatera, terlebih pada momentum satu abad pengembangan panas bumi nasional," ucap Ahmad Yani dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (22/9).
Mengapa Lumut Balai Unit 3 Penting bagi PGE
PLTP Lumut Balai Unit 3 melengkapi Unit 1 dan Unit 2 yang masing-masing berkapasitas 55 MW dan telah beroperasi sejak akhir 2019 serta Juni 2025. Kehadiran unit ketiga menambah pasokan listrik dari sumber energi terbarukan di Sumatera Selatan, wilayah yang kebutuhan listriknya terus tumbuh.
Ahmad Yani menegaskan proyek ini menjadi wujud komitmen PGE menjawab kebutuhan listrik yang meningkat, sekaligus melanjutkan capaian unit 2 yang lebih dulu beroperasi.
"Kami optimistis proyek ini akan turut mempercepat langkah PGE menuju target kapasitas terpasang 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034," ujarnya.
Proyek ini juga tercatat sebagai proyek strategis dalam Blue Book & Green Book 2025-2029 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas).
Pengeboran 40 Hari dan Standar Keselamatan
Project Manager Lumut Balai Unit 3 & 4 Heri Susanto menekankan keberhasilan pengeboran bergantung pada sinergi seluruh pihak serta konsistensi penerapan standar keselamatan, kualitas, dan operasional.
"Dimulainya pengeboran sumur kedua LMB-19.4 menjadi kelanjutan dari berhasilnya sumur LMB-19.3 yang telah selesai sebelumnya. Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Keselamatan seluruh pekerja tetap menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan pekerjaan," ungkap Heri.
General Manager PGE Area Lumut Balai Catur Hendro Utomo menyatakan pengeboran LMB-19.4 menandai tahap penting dalam pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3.
"Pengeboran LMB-19.4 ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan Sumur LMB-19.3 sebelumnya, dan menjadi bukti bahwa proses pengembangan di lapangan terus berjalan sesuai rencana. Kami optimistis, dengan sinergi seluruh tim dan mitra kerja, target rampung pengeboran dalam 40 hari dapat tercapai. Ini menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan PLTP Lumut Balai Unit 3 dapat beroperasi tepat waktu," kata Catur.
Jalan Menuju Kapasitas 1,8 GW
PGE telah mengidentifikasi potensi panas bumi hingga 3 GW dari 10 wilayah kerja yang dikelola secara mandiri. Potensi itu menjadi fondasi pengembangan jangka panjang perusahaan, dengan Lumut Balai Unit 3 sebagai salah satu tonggak menuju target kapasitas terpasang 1 GW pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034.
Bagi Sumatera Selatan, proyek ini menambah bauran pembangkit berbasis energi terbarukan di tengah kebutuhan listrik yang terus naik. Bagi investor, penyelesaian pengeboran sesuai jadwal menjadi indikator awal apakah target COD 2030 bisa dikejar tanpa