Pencarian

Jokowi Sebut NTT Punya Potensi Jadi Sentra Rumput Laut, Dua Persoalan Ini Jadi Penghambat Utama

Sabtu, 01 Agustus 2026 • 08:16:01 WIB
Jokowi Sebut NTT Punya Potensi Jadi Sentra Rumput Laut, Dua Persoalan Ini Jadi Penghambat Utama
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi budidaya rumput laut di Pantai Oesina, Kupang, NTT, Jumat (tanggal).

KUPANG — Kunjungan Jokowi ke lokasi budidaya rumput laut di Pantai Oesina bukan sekadar seremoni. Ia mengaku ingin melihat langsung kondisi riil di lapangan dan mengidentifikasi persoalan yang selama ini dihadapi petani.

"Saya ingin melihat kegiatan riil budidaya rumput laut yang ada di NTT. Beberapa bulan sebelumnya kami juga sudah melihat langsung ke lapangan untuk mengetahui apa saja kekurangan dan tantangan yang harus kita selesaikan bersama," ujar Jokowi dalam keterangannya, Jumat.

Bibit Unggul dan Kepastian Pasar Jadi Pekerjaan Rumah

Dari hasil peninjauannya, Jokowi menyebut ada dua hal krusial yang harus segera dibereskan. Pertama, soal ketersediaan bibit unggul yang kerap dikeluhkan para pembudidaya. Kedua, jaminan serapan pasar agar produksi yang meningkat tidak membuat harga anjlok.

"Yang paling penting ada dua hal. Pertama berkaitan dengan bibit unggul karena di sini selalu kekurangan bibit unggul. Kedua berkaitan dengan akses pasar. Kalau nanti produksi meningkat dalam jumlah besar, siapa yang akan membeli? Kalau menumpuk, harganya pasti turun. Itu yang ingin kita bantu," jelasnya.

Sarana Pascapanen Masih Tradisional

Selain dua persoalan utama tersebut, Jokowi juga menyoroti sarana pascapanen yang masih sederhana. Ia mencontohkan rak penyimpanan rumput laut yang digunakan petani setempat masih bersifat tradisional dan perlu perbaikan.

"Saya melihat potensi besar rumput laut ada di Provinsi NTT, tetapi belum dikerjakan dan digarap secara baik. Misalnya, rak untuk menyimpan rumput laut masih tradisional. Itu yang akan kita perbaiki," kata Jokowi.

Yayasan Jokowi Siap Mendampingi Petani, Bibit Dibagikan Bertahap

Untuk menjawab tantangan tersebut, Jokowi menyebut yayasan yang dibentuknya akan turun tangan mendampingi petani secara menyeluruh. Pendampingan itu mencakup penyediaan bibit unggul hingga membantu pemasaran hasil panen.

"Yayasan yang kita bentuk ini akan mendampingi bapak dan ibu petani rumput laut agar mampu menghasilkan rumput laut yang berkualitas, memperoleh harga yang baik, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.

Saat ini program tersebut masih dalam tahap uji coba. Apabila berjalan sesuai harapan, distribusi bibit unggul kepada petani akan mulai dilakukan secara bertahap pada September, Oktober, November, dan berlanjut pada bulan-bulan berikutnya.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: regional.kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks