NUSA TENGGARA TIMUR — Presiden Ekosistem Android Google, Sameer Samat, menilai kehadiran iPhone Duo sebagai pengakuan bahwa pasar foldable memang layak diperhitungkan. Pihaknya yakin Android tetap unggul karena sudah memulai jauh lebih awal, meski analis memprediksi Apple bisa langsung menguasai seperempat pasar di tahun pertama.
Apple baru akan membuka pre-order iPhone Duo pada 16 Oktober mendatang. Meski begitu, gebrakan raksasa Cupertino itu sudah memicu reaksi dari kubu pesaing, termasuk Google yang mengelola sistem operasi Android.
Dalam sebuah sesi wawancara yang awalnya membahas lini laptop Googlebook, Sameer Samat menyempatkan diri mengomentari langkah Apple. Ia menilai kehadiran perangkat lipat pertama Apple ini sebagai validasi atas kategori yang sudah lama digarap Android.
Android Dianggap Sudah Lebih Dulu Memulai
Samat tidak menampik bahwa Apple terlambat masuk ke pasar perangkat lipat. Samsung sendiri sudah meluncurkan Galaxy Fold generasi pertama pada 2019, jauh sebelum iPhone Duo muncul.
"Saya rasa sangat menyenangkan melihat semakin banyak orang menyadari setelah sekian lama bahwa ruang foldable adalah tempat yang tepat. Dan Android biasanya adalah tempat Anda melihat masa depan lebih dulu," ujar Samat.
Pernyataan tersebut merujuk pada fakta bahwa Android telah lebih dulu mengeksplorasi berbagai formasi layar lipat. Termasuk bentuk passport yang kini juga diadopsi iPhone Duo.
Samat sendiri mengaku rutin menggunakan Galaxy Z Fold 8. Menurutnya, perangkat tersebut sangat membantunya menyelesaikan pekerjaan, sering kali menjadi titik awal produktivitas sebelum ia beralih ke laptop.
Ancaman Nyata dari Ekosistem Apple
Meski percaya diri, Samat dan tim Google tentu tidak bisa mengabaikan kekuatan Apple. Lembaga riset Counterpoint memprediksi Apple akan langsung meraih sekitar 25 persen pangsa pasar foldable di tahun pertama.
Angka tersebut diproyeksikan terus tumbuh hingga mencapai 40 persen pada akhir 2027. Salah satu faktor utamanya adalah keterikatan pengguna pada ekosistem Apple yang sulit dilepaskan.
Sebuah komentar pembaca di media teknologi menggambarkan besarnya permintaan yang tertahan. Banyak pengguna mengaku sudah menunggu sejak Galaxy Z Fold pertama, tetapi enggan pindah ke Android karena sudah terlanjur nyaman dengan ekosistem Apple.
Dukungan Aplikasi Jadi Kunci Persaingan
Satu keunggulan yang diakui Samat adalah dukungan aplikasi. Apple secara agresif mendorong pengembang mengoptimalkan aplikasi untuk layar lipat besar, bahkan menyebut Slack sebagai salah satu aplikasi yang sudah dioptimalkan saat peluncuran.
Di sisi Android, beberapa aplikasi memang masih tampil seperti versi ponsel yang diregangkan. Samat mengakui masih ada pekerjaan rumah, namun ia menyebut ribuan aplikasi lain sudah beradaptasi dengan formasi layar lipat.
Contohnya TikTok yang berjalan mulus di Galaxy Z Fold 8. Pengguna bisa menikmati tampilan imersif di layar luar, lalu membuka layar dalam untuk melihat video di sisi kiri dan komentar di sisi kanan secara bersamaan.
Aplikasi buatan Google seperti Gmail dan YouTube juga diklaim sudah sepenuhnya dioptimalkan. Menurut Samat, kehadiran Apple justru bisa menjadi pendorong bagi pengembang untuk semakin serius menggarap format layar lipat.
"Saya pikir ketika formasi ini semakin populer, pengembang menyadari ada nilai yang semakin besar untuk berinvestasi di dalamnya," ujarnya.
Apa Artinya bagi Pengguna di Indonesia
Persaingan yang memanas di segmen foldable berpotensi menguntungkan konsumen. Dengan Apple masuk, dorongan bagi pengembang aplikasi untuk mengoptimalkan antarmuka layar lipat akan semakin kuat.
Bagi pengguna Android di Indonesia yang sudah memakai perangkat seperti Galaxy Z Fold atau Flip, hal ini bisa berarti lebih banyak aplikasi lokal yang tampil rapi di layar lebar. Namun, kehadiran iPhone Duo juga bisa mempersempit pilihan bagi mereka yang ingin tetap setia pada ekosistem Google.
Yang jelas, Samat menyambut baik persaingan ini. Ia menyebut kategori foldable sedang tumbuh, bahkan sebelum Apple masuk, dan ia senang melihat semakin banyak pihak bergabung ke "pesta yang sudah jelas" tersebut.