Pencarian

Museum Satria Mandala Jakarta, Dulu Rumah Dewi Sukarno dan Tiketnya Rp 5.000

Minggu, 18 Oktober 2026 • 11:19:01 WIB
Museum Satria Mandala Jakarta, Dulu Rumah Dewi Sukarno dan Tiketnya Rp 5.000
Museum Satria Mandala di Jakarta Selatan menyimpan koleksi sejarah perjuangan TNI dan dibuka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB.

NUSA TENGGARA TIMUR — Museum Satria Mandala di Jalan Gatot Subroto No. 14, Jakarta Selatan, menyimpan sejarah perjuangan TNI sekaligus jejak rumah pribadi Presiden Sukarno di atas lahan 5,6 hektar. Tiket masuknya cuma Rp 5.000 per orang dan museum buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB. Bangunan yang diresmikan Presiden Soeharto pada 5 Oktober 1972 ini menyimpan tandu asli Jenderal Sudirman hingga pecahan kaca pertempuran Jembatan Merah Surabaya.

Sebelum menjadi museum militer, kawasan di Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, itu adalah rumah yang ditempati Presiden Sukarno bersama istrinya, Ratna Sari Dewi. Kasub Promosi Museum Satria Mandala, Yulianto Setiawan, menyebut luas kawasan mencapai 5,6 hektar.

Perubahan fungsi rumah menjadi museum berawal dari gagasan Kepala Pusat Sejarah TNI saat itu, Prof. Dr. Nugroho Notosusanto. Presiden Soeharto meresmikan Museum Satria Mandala pada 5 Oktober 1972, bertepatan dengan peringatan Hari ABRI.

Dulunya Rumah Dewi Sukarno

Yulianto menjelaskan, bangunan ini dulu ditempati Presiden Sukarno bersama istrinya yang berasal dari Jepang, Ratna Sari Dewi atau Naoko Nemoto. Status sebagai bekas hunian keluarga presiden membuat museum ini punya nilai sejarah berlapis: saksi kehidupan rumah tangga kepresidenan sekaligus markas dokumentasi perjuangan TNI.

"Museum Satria Mandala ini dulunya adalah rumah Bapak Presiden Sukarno bersama istrinya yang berasal dari Jepang yaitu Ibu Ratna Sari Dewi (Naoko Nemoto)," ujar Yuli kepada detikTravel di Museum Satria Mandala.

Arti Nama Satria Mandala

Nama museum diambil dari bahasa Sanskerta. "Satria Mandala diambil dari bahasa Sanskerta, 'satria' artinya pahlawan, 'mandala' lingkungan sekitar, yakni lingkungan sekitar para pahlawan," ungkap Yuli.

Artinya, museum ini diposisikan sebagai ruang yang mengelilingi dan menghormati para pahlawan bangsa, bukan sekadar gedung penyimpan benda bersejarah.

Kolam Renang Indoor yang Kini Jadi Ruang Senjata

Salah satu ruangan paling menarik perhatian adalah ruang senjata. Di masa lalu, ruang itu adalah kolam renang indoor yang dipakai Dewi Sukarno untuk berenang. Kolamnya ditimbun, lalu dialihfungsikan sebagai tempat penyimpanan persenjataan.

"Ini dulu (ruang senjata) aslinya kolam renang nih yang dipakai berenang Bu Dewi, terus diurug dijadikan sebagai ruang senjata," kata Yuli.

Sebagian elemen bangunan lama masih dipertahankan. Glass block yang dulu menjadi sumber cahaya alami kolam renang masih terpasang di ruangan itu sampai sekarang.

Koleksi Tandu Jenderal Sudirman dan Pecahan Kaca Jembatan Merah

Di Ruang Dharmapertiwi Jayasakti tersimpan tandu asli yang pernah dipakai Jenderal Sudirman saat perang gerilya. "Tandu asli ini pernah dipakai Pak Sudirman perang gerilya saat Agresi Militer Belanda II pada tahun 1948 sampai 1949," ujar Yuli.

Museum juga menyimpan bongkahan kaca jendela Gedung Bank Internatio di Jembatan Merah, Surabaya. Kaca itu pecah dalam insiden pertempuran yang menewaskan Brigjen A.W.S. Mallaby. "Warna merah di kaca bukan darah, tapi gosong akibat peluru yang sangat panas," tambahnya.

Nama Ruangan Diperbarui Usai Revitalisasi

Revitalisasi mengubah sejumlah nama ruang agar sesuai perkembangan zaman. Ruang Panji-Panji kini menjadi Ruang Merah Putih, Diorama 1 berganti nama jadi Ruang Jejak Juang, sementara Ruang Dharmapertiwi Jayasakti dan Ruang Ksatria Mahaputra ikut diperbarui.

Perubahan ini memudahkan pengunjung memetakan alur cerita perjuangan TNI, dari masa revolusi hingga periode modern.

Cara Menuju Lokasi dan Tiket Masuk

Museum berada di Jalan Gatot Subroto No. 14, Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Lokasinya masuk kawasan pusat kota dan bisa dicapai dengan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi online dari kawasan Sudirman, Kuningan, maupun Blok M.

Tiket masuk dibanderol Rp 5.000 per orang. Museum buka setiap hari mulai pukul 08.00 sampai 17.00 WIB.

Tips Berkunjung

Datang pagi agar punya waktu cukup menyusuri seluruh ruang koleksi dan diorama. Bawa air minum karena area museum cukup luas, dan siapkan waktu setidaknya dua jam untuk keliling tanpa terburu-buru.

Untuk jadwal pameran khusus atau informasi terbaru, traveler bisa mengonfirmasi langsung ke pengelola Museum Satria Mandala atau dinas pariwisata setempat.

Museum Satria Mandala cocok jadi agenda setengah hari bagi keluarga yang ingin mengenalkan sejarah perjuangan TNI sambil melihat langsung bekas kediaman Presiden Sukarno di tengah Jakarta.

Follow kabarbajo.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks