NUSA TENGGARA TIMUR — Figma mengumumkan 20 mitra model context protocol (MCP) baru di ajang Config India, memperluas cara agen AI mengakses data desain pengguna. Co-founder Dylan Field menyebut MCP masih punya banyak ruang perbaikan dan lebih menguntungkan laboratorium AI frontier. Dukungan ini menyasar tim desain dan pengembang yang ingin menghubungkan alat AI mereka ke workspace Figma.
Figma menambah 20 mitra MCP baru dalam pengumuman di Config, konferensi tahunan perusahaan yang kali pertama digelar di India. Daftarnya mencakup Amp, ClickUp, Dia, Junie by JetBrains, Linear, Meta Muse, Mistral, Notion, OpenCode, dan Sarvam Agents.
Langkah tersebut memperluas standar open source yang mengatur cara agen AI tersambung ke sumber data dan alat eksternal. Figma menyatakan ingin mendukung sebanyak mungkin standar, dengan catatan tidak semua data perusahaan dibuka lewat jalur yang sama.
Apa Itu MCP dan Mengapa Penting bagi Pengguna Figma
MCP adalah protokol terbuka yang memungkinkan agen AI membaca konteks dari aplikasi lain, termasuk file desain, komentar, dan komponen di Figma. Bagi tim produk, artinya asisten AI bisa menarik elemen desain langsung tanpa ekspor manual.
Dukungan multi-mitra ini membuat alur kerja desain ke pengembangan lebih pendek. Pengguna Notion, Linear, atau ClickUp bisa memanggil aset Figma dari dalam alat yang sudah mereka pakai sehari-hari.
Kritik Dylan Field soal MCP dan Konteks Asimetris
Co-founder Figma Dylan Field menyatakan dukungannya terhadap keterbukaan ekosistem, tetapi menilai MCP belum matang. "Saya juga berpikir bahwa MCP bukan protokol yang sempurna. Dan saya pikir itu adalah sesuatu yang masih punya banyak ruang untuk perbaikan," ujarnya dalam sesi media briefing.
Field menambahkan bahwa protokol tersebut lebih diuntungkan laboratorium AI frontier. Ia juga menyoroti persoalan pertukaran konteks yang timpang antarplatform, bukan sekadar debat terbuka versus tertutup.
Sebelum pengumuman, salah satu pembuat MCP mengeluhkan Figma yang belum mendukung alat open source Pi. Field merespons di X dan menyebut menarik bahwa Anthropic sebagai pembuat standar MCP tidak membuka artifacts atau sumber daya cloud lain lewat protokol itu. Ia kemudian menyatakan Figma berencana mendukung Pi.
Alasan Figma Tidak Sepenuhnya Terbuka
CEO Figma menjelaskan bahwa semakin banyak data yang dibuka lewat MCP, semakin besar peluang penyalahgunaan. Sebagian besar pengguna memang tidak berniat jahat, tetapi perusahaan tetap harus memperhitungkan risiko tersebut.
Posisi ini menjelaskan mengapa Figma memilih mendukung banyak standar ketimbang membuka seluruh datanya di satu jalur. Keseimbangan antara keterbukaan dan keamanan data menjadi pertimbangan utama.
Dampak ke Pengguna Indonesia
Pengguna Figma di Indonesia yang memakai alat AI pihak ketiga akan merasakan manfaatnya lebih dulu lewat integrasi Notion, Linear, atau Mistral. Tim desain di startup lokal bisa menyambungkan asisten AI ke file Figma tanpa membangun konektor sendiri.
Ketersediaan mitra di pasar lokal bergantung pada masing-masing penyedia layanan. Figma belum menyebut jadwal rollout spesifik per negara untuk 20 mitra tersebut.
Untuk sementara, keputusan Figma memperluas dukungan MCP memberi sinyal bahwa perusahaan tidak menutup pintu terhadap standar terbuka. Pengguna yang menunggu integrasi lebih dalam tetap perlu memantau pengumuman resmi berikutnya.