NUSA TENGGARA TIMUR — Microsoft resmi memperkenalkan Hybrid Intelligence, lapisan fitur AI baru di Windows 11 yang membagi beban kerja antara pemrosesan lokal di NPU dan komputasi cloud. Fitur ini menyasar PC berlabel Copilot+ yang selama ini minim dukungan perangkat lunak, dengan rollout bertahap dalam beberapa bulan ke depan. Pengguna laptop AI anyar berpotensi merasakan manfaat paling besar.
Bertahun-tahun setelah janji PC ber-NPU terdengar menggema tanpa bukti nyata, Microsoft akhirnya mengisi kekosongan itu lewat Hybrid Intelligence. Perusahaan memposisikan pendekatan ini sebagai evolusi wajar dari konsep Copilot+ PC, yang sempat kehilangan pamor setelah peluncuran 2024 dinilai kurang mulus.
Alih-alih mengandalkan satu jalur pemrosesan, Hybrid Intelligence memutuskan secara dinamis kapan tugas AI dijalankan di perangkat dan kapan dilempar ke cloud. Keputusan itu diambil berdasarkan kompleksitas beban kerja serta kebutuhan privasi pengguna.
Tiga Pilar Hybrid Intelligence
Microsoft membagi kemampuan baru ini ke dalam tiga komponen utama yang saling melengkapi. Ketiganya dirancang agar Copilot tidak lagi sekadar chatbot, melainkan asisten yang memahami konteks mesin.
- Local context: dengan izin pengguna, Copilot dapat membaca konten relevan di PC, termasuk file dan aktivitas terakhir, lalu memasukkannya ke alur kerja.
- Local actions: Copilot bisa mengeksekusi tindakan atas nama pengguna di lingkungan Windows, mulai dari merapikan file, menilai diagnostik perangkat, memecahkan masalah, menulis kode, hingga menjalankan alur kerja tertentu.
- Local models: Copilot memanfaatkan model AI yang berjalan langsung di PC untuk tugas ringan, lalu menggabungkannya dengan kecerdasan cloud saat beban meningkat.
NPU Akhirnya Dapat Porsi Layak
Hybrid Intelligence mensyaratkan kompatibilitas Copilot+ PC, yang secara implisit berarti fitur ini bersandar pada NPU untuk pemrosesan lokal. Sebelumnya, fitur eksklusif berbasis NPU seperti Click To Do dan Semantic Search menjadi yang terakhir diluncurkan lebih dari setahun lalu.
Microsoft menilai NPU belum cukup kuat menangani sebagian besar model bahasa besar saat ini. Karena itu, NPU diprioritaskan untuk tugas yang lebih ringan dan otomasi, sementara agen di Windows yang menuntut GPU bertenaga dan memori besar tetap mengandalkan perangkat keras lain.
Perusahaan juga mengumumkan Aion Instruct, model AI on-device yang menggantikan Phi Silica. Model bahasa kecil ini mampu menangani generasi teks, mengikuti instruksi, dan tugas web, serta dapat berjalan di NPU, GPU, bahkan CPU pada kasus tertentu.
Copilot+ PC Kini Sekadar Label Spesifikasi
Microsoft memastikan merek Copilot+ PC tidak lagi dipakai sebagai aset pemasaran. Status itu berubah menjadi centang di lembar spesifikasi, meski perangkat tetap kompatibel dengan fitur Copilot+.
OEM dan Microsoft sendiri berhenti menyebut Surface terbaru mereka sebagai Copilot+ PC. Hybrid intelligence PCs disebut sebagai istilah pemasaran baru yang ingin didorong perusahaan ke sebanyak mungkin pengguna.
Kapan Fitur Ini Tersedia
Fitur Hybrid Intelligence dijadwalkan mulai bergulir ke PC Copilot+ dalam beberapa bulan mendatang. Peluncuran ini melengkapi pengalaman Copilot Home, Code, dan Autopilot yang baru saja diumumkan.
Microsoft menegaskan pendekatan hibrida jadi arah komputasi ke depan. Komputasi AI lokal dinilai penting untuk menekan beban pusat data, sekaligus menjaga privasi dan keamanan data pengguna.
Bagi pemilik laptop AI keluaran anyar, Hybrid Intelligence menjanjikan fungsi yang lebih terasa dari sekadar angka TOPS di brosur. Pengguna Windows 11 lawas tanpa NPU memadai belum akan merasakan sebagian besar fitur ini.