JAKARTA — Direktorat Jenderal Perhubungan Udara mencatat tambahan 171 penerbangan terdampak dibandingkan data per 19 Oktober 2026. Dari total 2.775 penerbangan, sebanyak 1.170 mengalami keterlambatan dan 1.544 dibatalkan atau ditunda.
Selain itu, 25 penerbangan dialihkan ke bandar udara lain, enam kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/RTB), dan 30 dimajukan jadwalnya.
Sebaran dampak asap mencakup Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, hingga NTT. Di NTT, Bandara H. Hasan Aroeboesman di Ende masuk daftar bandar udara yang terdampak.
Bandar udara lain yang terkena dampak antara lain Iskandar di Pangkalan Bun, Supadio di Pontianak, Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, Sultan Babullah di Ternate, Pattimura di Ambon, Mozes Kilangin di Timika, Rendani di Manokwari, Sultan Thaha di Jambi, serta Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang.
Asap karhutla menurunkan jarak pandang di sekitar bandar udara sehingga mengganggu proses lepas landas, pendaratan, dan pergerakan pesawat. Kondisi itu berpotensi memicu keterlambatan, pengalihan rute, hingga pembatalan penerbangan.
Gangguan merembet ke rute internasional. Ditjen Perhubungan Udara mencatat 14 penerbangan dibatalkan akibat asap karhutla.
Sebanyak 12 penerbangan rute Singapura–Pontianak pulang pergi dibatalkan pada 12–23 September 2026 karena kondisi di Bandara Supadio. Dua penerbangan rute Singapura–Palembang pulang pergi dibatalkan pada 15 Oktober 2026 akibat asap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II.
Di luar faktor karhutla, 26 penerbangan domestik juga dibatalkan karena abu vulkanik Gunung Lewotolok dan Gunung Dukono, cuaca buruk, angin kencang, serta perawatan dan gangguan teknis pesawat.
Ditjen Perhubungan Udara meminta pengelola bandar udara di wilayah terdampak meningkatkan kesiapsiagaan. Langkah yang ditempuh meliputi penerapan Low Visibility Procedures (LVP) atau prosedur operasi saat jarak pandang rendah.
Pengelola bandara juga diminta berkoordinasi dengan AirNav Indonesia dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM) untuk menyampaikan informasi penting terkait operasional penerbangan.
Pelayanan kepada penumpang dioptimalkan melalui pembaruan informasi penerbangan secara berkala dan penyediaan masker.
Operasi pemadaman karhutla lewat metode water bombing masih berlangsung. Hingga 20 Oktober 2026, operasi itu telah mencapai 5.320 siklus penerbangan dengan melibatkan 39 pesawat dari 11 operator.
Bandar udara di wilayah terdampak mendukung operasi pemadaman dengan menyediakan area parkir pesawat dan helikopter, memberikan prioritas slot penerbangan, serta menyiapkan posko pemantauan karhutla. Dukungan lain mencakup pendataan sumber air dan ketersediaan bahan bakar.
Koordinasi penanganan dilakukan melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I hingga X bersama pengelola bandar udara, AirNav Indonesia, maskapai, BMKG, dan instansi terkait.
Sebagai langkah antisipasi, sejumlah maskapai membatalkan 40 penerbangan yang dijadwalkan pada 22–25 Oktober 2026. Pembatalan menyangkut rute dari dan menuju Pangkalan Bun, Sampit, Ketapang, dan Singkawang.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan penyesuaian jadwal dilakukan semata-mata demi keselamatan. "Selama jarak pandang belum memenuhi batas minimum operasional, penerbangan tidak akan dipaksakan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).
Penumpang di rute terdampak diminta segera menghubungi maskapai masing-masing untuk memperoleh informasi penjadwalan ulang (reschedule) atau pengembalian biaya tiket (refund). Kemenhub juga mengimbau masyarakat memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal resmi maskapai dan bandar udara.
Lukman menegaskan kesiapsiagaan seluruh pihak perlu terus ditingkatkan selama kondisi asap masih memengaruhi operasional penerbangan. "Kami terus mendorong seluruh pihak meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan. Penumpang juga kami minta mengikuti arahan petugas di bandar udara apabila terjadi perubahan jadwal," tuturnya.