KUPANG — Tim akademisi Undana terdiri atas Moni W. Muskanan, Herly Mathelda Oematan, dan Christien Corina Foenay. Ketiganya bersaing di kategori umum lewat penelitian tentang penguatan rantai pasok dan industri pengolahan rumput laut di NTT.
Selain tim dosen, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Undana, Pascaliano Aryoga Maria Tanggang, meraih penghargaan Best Local Paper Student. Risetnya membahas kolaborasi pentahelix dalam percepatan hilirisasi rumput laut berbasis ekonomi biru di Kota Kupang.
251 Paper Bersaing, 182 di Kategori Umum
Karsa Nusa 2026 diikuti 251 paper yang terbagi dalam dua kategori. Sebanyak 182 paper masuk kategori umum dan 69 paper kategori mahasiswa.
Kedua perwakilan Undana memaparkan hasil risetnya di hadapan dewan juri pada presentasi final di Hotel Aston Kupang, 19 Oktober 2026. Ajang ini diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT.
Studi Kasus Rote Ndao: Produksi Tinggi, Industri Pengolahan Minim
Tim akademisi Undana mengusung penelitian berjudul "Ketika Hilirisasi Belum Menjadi Industrialisasi: Model Strategi Terintegrasi Penciptaan Nilai Rumput Laut Berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur". Studi kasusnya di Kabupaten Rote Ndao.
Penelitian itu mengkaji kesenjangan antara tingginya produksi rumput laut di tingkat hulu dan terbatasnya industri pengolahan lokal. Tim menawarkan model integrasi rantai pasok dengan pendekatan Sustainability Accounting and Reporting untuk mendorong industri yang berkelanjutan.
"Pada dasarnya kami sangat senang menjadi bagian dari program Bank Indonesia ini. Bagi kami, ini bukan semata-mata soal kalah atau menang, tetapi bagaimana hasil penelitian dapat didiseminasikan kepada para pemangku kepentingan sehingga model maupun rekomendasi kebijakan yang kami tawarkan bisa dimanfaatkan," kata Moni W. Muskanan.
Kritik Model Pentahelix: Pemerintah dan Bisnis Terlalu Dominan
Pascaliano lewat riset berjudul "Model Kolaborasi Pentahelix dalam Tata Kelola Percepatan Hilirisasi Rumput Laut Berbasis Ekonomi Biru di Kota Kupang, NTT" menyoroti ketimpangan peran antarpihak. Menurut dia, pemerintah dan pelaku bisnis sering terlalu dominan dalam penerapan model itu.
"Model pentahelix sudah lazim digunakan dan diadopsi. Namun, dalam praktiknya, pemerintah dan bisnis sering kali terlalu dominan, sementara aktor lainnya tidak memiliki posisi yang seimbang secara struktural," kata Pascaliano.
Penguatan peran masyarakat pesisir dinilai perlu agar mereka tidak sekadar menjadi objek kebijakan. Warga mesti terlibat dalam pengambilan keputusan dan memperoleh manfaat ekonomi dari pengembangan industri rumput laut.
Bank Indonesia: Karsa Nusa Pertemukan Riset dan Kebutuhan Daerah
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT Ari Setyo Wibowo menyebut Karsa Nusa sebagai wadah mempertemukan gagasan akademis dengan kebutuhan pembangunan daerah. Forum itu mengkaji berbagai persoalan ekonomi dan menyusun rekomendasi kebijakan.
"Penyelenggaraan Karsa Nusa 2026 bertujuan mendorong lahirnya riset berkualitas yang mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan strategis bagi pembangunan ekonomi daerah," ujarnya.
Tim Undana berharap rekomendasi risetnya menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Sasaran akhirnya memperkuat posisi tawar petambak serta menumbuhkan industri pengolahan lokal di NTT.
Hilirisasi rumput laut dinilai berpotensi memperbesar nilai tambah komoditas unggulan NTT, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. Kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, dan media diharapkan mempercepat pengembangan ekonomi biru di wilayah kepulauan itu.